AcehOlahraga

Kolaborasi Dengan Pemda Kunci Prestasi, KONI Abdya Siap Naik Kelas Nasional

Kolaborasi Dengan Pemda Kunci Prestasi, KONI Abdya Siap Naik Kelas Nasional
Kegiatan pelantikan dan pengukuhan pengurus KONI Abdya Periode 2026–2030 di Gedung DPRK Abdya, Rabu (11/2). Waspada.id/Syafrizal
Kecil Besar
14px

BLANGPIDIE (Waspada.id): Pengukuhan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Periode 2026–2030 di Gedung DPRK Abdya, Rabu (11/2), bukan sekadar agenda organisasi.

Momen ini diproyeksikan sebagai titik balik arah pembinaan olahraga daerah, dari pola seremonial menuju sistem prestasi yang terukur dan siap bersaing di level nasional.

Ketua KONI Aceh Saiful Bahri (Pon Yaya), mengukuhkan kepengurusan yang dipimpin Zulkarnaini, S.E sebagai Ketua Umum, didampingi Zulfan (Ketua Harian), SM Rizka Nazarullah (Sekretaris Umum) dan Dedi Saputra (Bendahara Umum). 

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Abdya Safaruddin, Wakil Bupati Zaman Akli, Ketua DPRK Roni Guswandi, Kapolres Abdya, unsur Forkopimda, serta jajaran KONI Aceh.

Dalam arahannya, Pon Yaya menegaskan bahwa, tantangan olahraga daerah semakin kompleks dan tidak bisa lagi dikelola secara konvensional.

“Manajemen harus transparan, akuntabel, dan berbasis data. Pembinaan atlet tidak boleh musiman. Harus ada target jangka pendek dan panjang yang jelas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, dukungan anggaran pemerintah, harus diimbangi dengan prestasi yang terukur. KONI kata dia, tidak boleh menjadi organisasi administratif semata, tetapi motor penggerak pembinaan atlet yang sistematis sejak usia dini.

Di lain pihak, Ketua KONI Abdya Zulkarnaini, langsung memasang nada tegas usai dikukuhkan. Ia menekankan bahwa, kolaborasi dengan pemerintah daerah adalah syarat mutlak, jika Abdya ingin diperhitungkan di level provinsi bahkan nasional. “Kolaborasi dengan Pemda bukan opsi, tapi kewajiban strategis. Tanpa dukungan kebijakan, anggaran dan infrastruktur, prestasi hanya akan menjadi slogan,” tegas Zulkarnaini.

Ia memastikan, dalam waktu dekat KONI Abdya akan melakukan audit internal pembinaan, pemetaan cabang olahraga potensial, serta penyusunan roadmap prestasi berbasis indikator kinerja yang jelas. Fokus utama diarahkan pada cabang-cabang unggulan yang realistis didorong menembus level nasional. “Kita tidak ingin hanya ramai saat Pekan Olahraga Aceh atau event seremonial. Target kita jelas: Abdya harus punya atlet yang bisa berbicara di tingkat nasional. Itu komitmen kami,” ujarnya.

Zulkarnaini juga membuka ruang kolaborasi lebih luas, termasuk dengan sektor swasta dan dunia usaha, agar pembinaan tidak semata bertumpu pada APBD. Menurutnya, ekosistem olahraga harus dibangun sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.

Dengan struktur kepengurusan yang diperkuat tujuh wakil ketua,  dukungan sekretariat, serta bidang keuangan yang solid, periode 2026–2030 diposisikan sebagai fase pembuktian, bukan adaptasi.

Jika roadmap yang dijanjikan benar-benar dijalankan secara konsisten, Abdya berpeluang menarik perhatian provinsi, bahkan pusat sebagai model pembinaan olahraga berbasis tata kelola dan kolaborasi. “KONI Abdya akan membuktikan bahwa,  kolaborasi bukan sekadar retorika, melainkan fondasi menuju prestasi,” tutup Zulkarnaini. (Id82)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE