PIDIE JAYA (Waspada.id): Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Bantuan diserahkan melalui PPBI Kota Banda Aceh kepada warga Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Minggu (15/2/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan langsung Ketua PPBI Kota Banda Aceh Farid Nyak Umar, didampingi Sekretaris PPBI Yusnardi dan Kepala Bidang Humas PPBI Banda Aceh Yansera Lubis. Bantuan diterima Keuchik Gampong Meunasah Raya Abdul Halim Ishak berupa rice cooker, paket sembako, kain sarung, dan kurma, dengan total donasi mencapai Rp25 juta.
Ketua Umum PPBI Pusat, Iwan Alex R. Tangkulung, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas komunitas bonsai terhadap masyarakat terdampak bencana. Donasi dihimpun dari cabang-cabang PPBI di seluruh Indonesia dan disalurkan ke tiga wilayah terdampak banjir di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Untuk Aceh, bantuan ini kami titipkan melalui PPBI Banda Aceh agar disalurkan kepada korban banjir di Pidie Jaya. Ini adalah wujud empati keluarga besar PPBI. Semoga dapat meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar Alex.
Sekretaris PPBI Kota Banda Aceh, Yusnardi, menambahkan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan mendesak warga pengungsian. “Kami berkoordinasi dengan pihak desa agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar dibutuhkan warga,” katanya.
Sementara itu, Farid Nyak Umar menegaskan penyaluran bantuan ini merupakan amanah dari PPBI pusat dan cabang di seluruh Indonesia, terutama menjelang bulan suci Ramadhan. “Ini bukan sekadar bantuan, tetapi simbol kepedulian komunitas bonsai kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.
Farid juga menilai filosofi bonsai mengajarkan kesabaran dan kepedulian yang harus diwujudkan dalam kehidupan sosial. “Nilai-nilai itu kami bawa dalam aksi nyata membantu sesama. Ini adalah bentuk solidaritas keluarga besar PPBI,” kata Farid yang juga Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh.
Keuchik Meunasah Raya, Abdul Halim Ishak, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa tiga bulan pascabencana, sekitar 80 persen rumah warga masih tertimbun lumpur setinggi hingga tiga meter, sehingga sebagian besar masyarakat masih tinggal di pengungsian.
“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami, terutama menjelang Ramadhan. Rice cooker akan digunakan saat warga mulai menempati hunian sementara. Kami harus memulai hidup dari nol lagi,” katanya.
Seorang warga, Mahmudi, juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian PPBI. “Banjir bandang membuat kami kehilangan hampir seluruh harta benda. Bantuan ini sangat membantu dan semoga menginspirasi komunitas lain untuk peduli,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, pengurus PPBI Banda Aceh meninjau langsung kondisi permukiman warga yang rusak parah dan masih tertimbun lumpur. PPBI menegaskan bahwa komunitas bonsai tidak hanya bergerak di bidang seni dan hobi, tetapi juga memiliki komitmen kuat pada aksi sosial dan solidaritas kemanusiaan. (id64)











