BIREUEN (Waspada.id): Korban banjir bandang dan tanah longsor Dusun Bivak, Gampong Krueng Simpo mengeluhkan satu tenda ditempati puluhan kepala kelurarga (KK). Padahal ini memasuki bulan Ramadhan, dengan kondisi demikian mereka meminta Pemerintah agar memberikan tenda tambahan, untuk satu tenda dihuni oleh satu keluarga.
Tidak hanya itu saja yang dikeluhkan, kompor yang tersedia di tempat pengungsian tersebut juga terbatas. Korban banjir di situ terpaksa menggunakan dengan sejumlah warga korban bencana lain yang hingga kini masih berteduh di tenda pengungsian berukuran besar di pedalaman Kabupaten Bireuen tersebut.
“Kami sangat mengharapkan, tenda tambahan jangan seperti ini, diberikan per keluarga satu tenda, agar tidak berdesak-desakan. Begitu juga dengan kompor memasak. Ini kan bulan Ramadhan, kami harus memasak sendiri secara terpisah dengan yang lainnya,” kata korban banjir bandang, Ibu Nuraimah, 40, kepada Waspada.id. warga Dusun Bivak, Krueng Simpo, Kecamatan Juli.
Deceritakan Nuraimah, saat kejadian banjir besar melanda Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu, dirinya kehilangan rumah tempat tinggal serta tidak sempat menyelamatkan harta benda, hanya tersisa satu baju di badannya saja.
“Saat ini kami sangat mengharapkan rumah, Hunian Tetap (Huntap) karena tidak mempunyai tempat tinggal lagi tidak mungkin terus terusan tinggal disini, saya mempunyai empat orang anak, dua sudah sebesar saya, keduanya sekarang ini tinggal di rumah kakak saya di tempat lain,” sebut Nuraimah dengan wajah sedih.
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) yang tergabung dalam Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana, mereka mendorong Pembangunan Hunian Sementara (Huntara), kepada korban bencana agar dapat selesai sebelum hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Hal itu sudah menjadi kesepakatan antara DPR dengan Satuan Tugas Percapatan Rehablitasi dan Rekontruksi Pasca Bencana Alam Sumatera Pemerintah, dalam rapat pada Rabu (18/2) dua hari lalu.
“Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI mendorong Satuan Tugas Percepatan Rehablitasi dan Rekonteuksi Pasca Bencana Alam Sumatera Pemerintah untuk menargetkan penyelesaian pembangunan hunian sementara, di wilayah bencana sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026,” sebut Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, membaca kesimpulan dalam rapat dua hari yang lalu. (id73)











