KUTACANE (Waspada.id): Seorang korban banjir bandang dan longsor di Aceh Tenggara mengkritik Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) Banda Aceh yang dinilai menyudutkan pemerintah daerah dalam penanganan bencana, padahal sudah lebih sebulan pasca kejadian.
“Tanpa membantu korban banjir, malah membuat gaduh suasana, Ketua IPMAT tak elok mencari panggung di tengah bencana,” ujar Sarlianto, salah satu korban, pada Selasa (06/01).
Menurutnya, pemerintah daerah telah berusaha sebaik mungkin menangani dan mengayomi korban hingga tengah malam. Bahkan di saat beberapa desa terisolir akibat jalan dan jembatan terputus, pemerintah tetap berupaya menyalurkan logistik.
“Saat kami terisolir, pemerintah daerah setiap hari hadir dan memastikan kebutuhan dasar kami terpenuhi, bahkan ibu Bupati dan ibu Wakil Bupati juga hadir, di saat itu kalian mana,” sebutnya.
Sarlianto menambahkan, seharusnya mahasiswa tersebut membantu warga yang membutuhkan, seperti membersihkan lumpur yang menumpuk di permukiman, bukan hanya menyudutkan pemerintah. “Pemerintah sudah berusaha tak kenal lelah, malah kalian sudutkan, lebih baik belajarlah mencari ilmu jangan mencari salah,” pungkasnya. (id80)

















