Aceh

Korban Banjir Mustafa Pulang Dari Tenda Ke Tenda Lagi

Korban Banjir Mustafa Pulang Dari Tenda Ke Tenda Lagi
Seorang korban banjir, Mustafa, warga Gampong Salah Sirong, Jeumpa.Waspada.id/Fauzan
Kecil Besar
14px

BIREUEN (Waspada.id): Pengunsi korban banjir Mustafa, warga Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, mengaku pulang dari tenda darurat di halaman samping Kantor Pemkab Bireuen, kini masih bertahan di bawah tenda serupa di gampongnya dan kecewa merasa dibohongi dengan apa telah dijanjikan.

Padahal, mantan Plt. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bireuen, Doli Mardian sekarang menjabat Kepala DPMGPK Bireuen, telah menyampaikan akan segera membawa material untuk dibangun hunian tetap (huntap) agar mereka bersedia pulang dari tenda pengungsian di pekarangan Kantor Bupati Bireuen.

Hal tersebut disampaikan Mustafa, bersama korban pengungsi lainnya yang berasal dari Gampong Salah Sirong Jaya, saat berunjuk rasa bersama para korban banjir lainnya di depan Kantor Bupati Bireuen, Senin (6/4).

Dijelaskan, ternyata, janji manis pemerintah mengenai huntap yang segera dibangun untuk, setelah mereka pulang, hingga kini belum ditepati tanpa adanya kejelasan.

​”Sampai sekarang saya masih tinggal di bawah tenda di kampung. Tidak ada dibawa material untuk dibangun huntap di Salah Sirong Jaya, seperti yang telah dijanjikan,” jelas Mustafa dengan nada kecewa.

Menurut dia, sesuai kesepakatan bersama saat itu, Sabtu (28/3), Doli telah menjanjikan akan segera mengirim material huntap keesokan harinya, pada Minggu (29/3), agar para korban banjir Salah Sirong Jaya yang saat itu mengungsi di pekarangan Kantor Pusat Pemkab Bireuen, bersedia pulang ke kampung mereka.

Ternyata, janji itu hingga kini belum juga dipenuhi. Tidak ada juga pemberitahuan apa kendalanya, sehingga janji tersebut belum direalisasikan hingga sekarang. Saat itu bukan hanya material huntap yang dijanjikan, melainkan juga disuruh buka rekening bank agar bisa ditransfer dana bantuan untuk korban banjir. Merekapun datang ke bank untuk membuka rekening pada Senin (30/3/2026).

“Ternyata, hingga kini sudah seminggu belum juga masuk uangnya. Semua tidak ada, baik material huntap maupun uang,” ujar Mustafa pasrah.

Hal serupa juga disampaikan seorang perempuan pengungsi Salah Sirong Jaya lainnya yang juga ikut berunjuk rasa hari itu. Dia mengaku, sangat menyesali telah termakan janji manis tersebut, sehingga saat itu mereka bersedia meninggalkan tenda di pekarangan Kantor Bupati Bireuen dan pulang kampung dengan tangan hampa.

“Ternyata kami telah dibohongi. Sekarang kami terpaksa menempati kembali tenda darurat di kampung,” lirih perempuan itu.

Doli Mardian yang dikonfirmasi wartawan terkait hal itu, usai demo di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen hari itu, tidak menjelaskan alasannya tidak menepati janji sesuai kesepakatan dengan pengungsi Salah Sirong Jaya.

“Akan kita usahakan dalam minggu depan. Pokoknya tetap kita perhatikan,” sebut Doli singkat.

Sementara Kalak BPBD Bireuen yang baru, Marwan, kepada wartawan memyampaikan, dia memastikan pembangunan huntap terus dikejar agar segera terealisasi.

​”Pembangunan huntap terus kami maksimalkan. Namun, di Salah Sirong Jaya, akses jalan masih jadi kendala utama karena truk material belum bisa dilalui,” sebut Marwan.

Sebelumnya, sebanyak 13 Kepala Keluarga (KK) pengungsi asal Gampong Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen yang mendirikan tenda darurat di halaman Kantor Bupati Bireuen, memutuskan bersedia kembali ke desa mereka, Sabtu (28/3/2026) sore.

Kembalinya para korban banjir tersebut, setelah Camat Jeumpa, Rusli, dan Plt. Kalak BPBD Bireuen, Doli Mardian, menyampaikan kepada pengungsi, akan direalisasikan pembangunan huntap dan pencairan DTH bagi yang belum mendapatkannya serta bantuan lain ke rekening korban banjir itu. (Id73)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE