BIREUEN (Waspada.id): Sebanyak seribuan masyarakat korban banjir dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bireuen yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil Bireuen menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Bireuen, Senin (6/4/26) pagi.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap lambannya penyaluran bantuan serta ketidakmerataan pendataan korban terdampak banjir.

Massa aksi damai yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil Bireuen tersebut mendatangi Kantor Pemkab itu mereka dengan membawa spanduk dan poster diantaranya yang tertulis” Cukup sudah kami menderita, jangan tambah luka dengan janji” kemudian “Keadilan untuk korban banjir sekarang bukan nanti, semua janjinya hanya bual” dan menuntut agar pemerintah daerah segera memenuhi hak-hak mereka sebagai korban bencana.

Dalam orasinya, para demonstran menilai proses pendataan yang dilakukan selama ini tidak transparan dan banyak warga terdampak yang justru tidak masuk dalam daftar penerima bantuan saat didata karena dianggap Tidak Memenuhi Kriteria (TMK).
Salah seorang perwakilan korban banjir asal Peusangan menyampaikan kekecewaannya. Ia mengatakan masih banyak warga yang benar-benar terdampak banjir namun tidak mendapatkan bantuan, baik karena tidak terdata maupun dianggap tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan.

“Banyak dari kami kehilangan harta benda, rumah terendam, tapi sampai sekarang belum menerima bantuan. Ada yang belum dapat Dana Tunggu Hunian (DTH), bantuan rumah rusak dan dana stimulan lainnya, karena tidak terdata, ada juga yang katanya tidak memenuhi syarat. Ini yang kami pertanyakan,” ujarnya di tengah aksi.
Para demonstran juga meminta Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk segera melakukan pendataan ulang secara menyeluruh dan transparan, serta memastikan bantuan disalurkan secara adil kepada seluruh korban yang berhak.

Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP Bireuen, situasi secara umum tetap kondusif.
Setelah orasi beberapa lama kemudian Bupati Bireuen, H Mukhlis bersama Wakil Bupati Ir H Razuardi dan jajarannya menemui pendemo. (Id73)










