AcehHeadlines

Korban Bencana Aceh Tamiang Terus Bertambah, Masih Banyak Lokasi Sulit Dijangkau

Korban Bencana Aceh Tamiang Terus Bertambah, Masih Banyak Lokasi Sulit Dijangkau
Dok Relawan Yayasan Tangan Kanan.
Kecil Besar
14px

KUALASIMPANG (Waspada.id): Bencana hidrometeorologi akibat Siklon Tropis Senyar pada November 2025 telah menyebabkan dampak yang sangat memprihatinkan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Data terbaru yang dirilis BPBD Aceh Tamiang pada Jumat (5/12/25), pukul 18.00 WIB, menunjukkan puluhan warga meninggal dunia akibat longsor dan banjir, serta banyak lokasi yang sulit dijangkau.

Dok Relawan Yayasan Tangan Kanan.

Kejuruan Muda menjadi wilayah yang paling parah terkena dampak longsor, merenggut nyawa lima warga di Sidodadi (Kodim Alur Gantung): Eka Suryani, Dea Alfionika, Azka Nurizki, Muhammad Zikri, dan Lela Wani. Data sementara korban meninggal dunia sebanyak 52 orang dan sebagian belum teridentifikasi. Banjir juga melanda berbagai kecamatan, termasuk Manyak Payed, Karang Baru, Rantau, Kota Kuala Simpang, dan Bendahara.

“Kami sangat berduka atas kehilangan nyawa yang terjadi. Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi korban, serta menyalurkan bantuan secepat mungkin,” kata Iman Suhery, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang.

Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan banyak lokasi sulit diakses. Di Karang Baru, akses menuju Desa Menanggini hanya bisa melalui jalan kampung dan rumah warga. Sementara di Kecamatan Bendahara, pengungsi terpaksa mengungsi di Kantor Datok dan rumah-rumah tetangga yang lebih tinggi di Kuala Penaga.

Dok Relawan Yayasan Tangan Kanan.

Berikut adalah data lokasi pengungsian dan jumlah titik pengungsian:

– Karang Baru: Desa Menanggini (2 titik)

– Bendahara: Kuala Penaga (2 titik), Rantau Pakam (6 titik), Tanjung Binjai (7 titik), Teluk Halban (4 titik), Teluk Kepayang (8 titik)

– Kejuruan Muda: Gerenggam (Posko Pengungsian Bubar), Bandar Mahugai (1 titik)

– Sekerak: Sekumur (2 titik)

– Seruway: Muka Sungai Kuruk (2 titik)

Upaya Penanggulangan Bencana

BPBD Aceh Tamiang terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, relawan, dan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan bencana. Bantuan logistik, peralatan, dan tenaga medis terus disalurkan ke wilayah-wilayah terdampak.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan longsor dan banjir. Ikuti arahan dari petugas dan segera mengungsi jika diperlukan,” pesan Iman Suhery.

Dok Relawan Yayasan Tangan Kanan.

Pantauan Waspada.id, Sabtu (6/12/25), khusus Kota Kualasimpang sudah dipenuhi debu dampak dari banjir disertai longsor yang menyisakan lumpur tebal.(id76)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE