KUTACANE (Waspada.id): Korban meninggal dunia akibat terseret banjir sungai di Aceh Tenggara terus bertambah. Jika sebelumnya 7 orang, bertambah menjadi 10 orang.
Sampai Jumat (28/11/2025) malam, Posko BPBD mencatat, sedikitnya 10 warga dipastikan meninggal dunia akibat banjir sungai Alas dan sungai Lawe Penanggalan di Kecamatan Ketambe.
10 orang yang meninggal dunia tersebut yakni, Insan Sufi, 19, Samin Ariga, 61, Bustami atau Tgk Parjo dari Desa Lawe Hijo, Kecamatan Bambel, Suryanto ,56, warga Gayo Lues, serta seorang santri asal Gayo Lues, Rahimin, 25.
Selain itu, dua jenazah tanpa identitas (Mr. X) ditemukan dan kini disemayamkan di RSU H. Sahudin Kutacane.

Menjelang maghrib, tim kembali menemukan dua korban lainnya di aliran Sungai Alas, kawasan Kecamatan Ketambe dan Leuser.
Sementara itu, enam warga belum ditemukan dan masih dalam pencarian masing-masing, Fery, 20, Jasmani, 40, Abizar, 4, Ahmad Ahdar, 7, Arifin, 40, dan Jasman, 32. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri serta relawan terus melakukan pencarian di beberapa titik yang dianggap rawan.
Selain menyebabkan jatuhnya korban jiwa, banjir sungai yang terjadi hampir merata di seluruh Aceh Tenggara juga merusak sejumlah infrastruktur.
Beberapa ruas jalan di Kecamatan Lawe Sigalagala mengalami kerusakan berat, seperti jalur Mbarung-Kedataran, Kuta Tengah-Kedataran, serta Kebun Ser-Lapter, ditambah amblas dan hanyutnya beberapa jembatan rangka baja serta beberapa unit Titi Gantung.

Kerugian sementara akibat kerusakan infrastruktur diperkirakan mencapai Rp81,5 miliar untuk jembatan dan Rp8,6 miliar untuk ruas jalan.
Banjir juga menyebabkan 1.970 KK atau 5.726 jiwa warga di 16 kecamatan yang meliputi 101 desa terdampak hingga menyebabkan korban banjir bandang dan banjir sungai mengungsi.
Informasi diterima Waspada.id dari berbagai sumber menyebutkan, hingga Sabtu (29/11) ini hubungan Kutacane Aceh Tenggara – Blangkejeren Gayo Lues, masih terputus total, akibat hanyutnya jembatan, amblas dan hanyut jalan nasional di kawasan Lawe Penanggalan, Jambur Lak-lak, Simpur Jaya dan beberapa titik lainnya di Aceh Tenggara.(Id79)












