AcehPendidikan

Krisis Kepercayaan Meledak,  Kepsek Kompak Mosi Tak Percaya Plt Kacabdin Abdya

Krisis Kepercayaan Meledak,  Kepsek Kompak Mosi Tak Percaya Plt Kacabdin Abdya
Para kepala SMAN sederajat di Abdya,  yang melayangkan mosi tidak percaya terhadap Plt Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Abdya. Kamis (9/4).Waspada.id/Syafrizal 
Kecil Besar
14px

BLANGPIDIE (Waspada.id): Bara konflik di tubuh pendidikan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), akhirnya meledak ke permukaan. Seluruh Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Kab Abdya, (dengan total 21 unit), kompak menyatakan mosi tidak percaya  secara terbuka, terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Abdya.

Mosi ini menjadi sinyal keras: kepemimpinan Plt Cabdin dinilai telah kehilangan kepercayaan dari para pimpinan satuan pendidikan.

Dalam  konferensi pers, Kamis (9/4) di Blangpidie,  para kepala sekolah membeberkan berbagai persoalan serius, mulai dari pola komunikasi yang dinilai tertutup, intervensi berlebihan, hingga dugaan tekanan administratif, yang menciptakan rasa takut di kalangan tenaga pendidik. “Ini bukan lagi soal nyaman atau tidak nyaman, tapi sudah masuk fase tekanan. Kami bekerja di bawah bayang-bayang ketakutan,” tegas Ariyanto, Kepala SMA 4 Abdya, dibenarkan para kepala sekolah lainnya. 

Situasi kian memanas, ketika sejumlah kepala sekolah menuding adanya pola pendekatan yang dianggap tidak sehat, termasuk dugaan “adu domba” antarsesama tenaga pendidikan.

“Hubungan kami antarkepala sekolah mulai terganggu. Ada kesan sengaja dipecah. Ini sangat berbahaya,” kata Zulfadli, Kepala SMK 2 Abdya, juga serempak dibenarkan semua kepala sekolah lainnya. 

Tak hanya itu, intervensi terhadap kewenangan teknis sekolah disebut sudah melewati batas. Para kepala sekolah merasa tidak lagi memiliki ruang independensi dalam mengambil keputusan. “Kami ini pemimpin di sekolah, tapi praktiknya seperti hanya pelaksana. Semua serba diatur, bahkan hal teknis sekalipun,” ujar Ibrahim Mai, Kepala SMAN 2 Abdya. 

Sorotan paling tajam mengarah pada pola pemeriksaan dan evaluasi, yang dinilai tidak transparan dan cenderung “mencari-cari kesalahan”. Bahkan, beberapa kepala sekolah mengaku mendapat tekanan yang mengarah pada ancaman administratif, hingga ranah hukum. “Kalau kesalahan dibina, itu wajar. Tapi kalau dicari untuk dijadikan alat tekanan, itu sudah bentuk intimidasi. Kami merasakan itu,” tegas kepala sekolah lainnya. 

Kondisi ini disebut telah memicu penurunan drastis moral kerja tenaga pendidik di Abdya. Rasa solidaritas yang selama ini terbangun pun mulai tergerus. “Sekarang bukan lagi fokus memajukan sekolah, tapi bagaimana bertahan dari tekanan. Ini situasi yang sangat tidak sehat,” ungkapnya.

Para kepala sekolah juga menilai Plt Cabdin gagal menghadirkan kepemimpinan yang kuat dan merangkul. Alih-alih menjadi pemersatu, kepemimpinan saat ini justru dinilai memperlemah koordinasi antar sekolah. “Pemimpin itu harus jadi perekat. Tapi yang terjadi sekarang justru sebaliknya,” kata kepala sekolah lainnya. 

Sebelum mosi ini dilayangkan, para kepala sekolah mengaku telah berulang kali mencoba menempuh jalur komunikasi dan musyawarah. Namun, aspirasi yang disampaikan disebut tidak pernah berujung pada perubahan nyata.

Puncaknya, mosi tidak percaya pun dilayangkan sebagai bentuk “perlawanan terbuka” demi menyelamatkan marwah pendidikan di Abdya.

“Kami sudah cukup bersabar. Ini langkah terakhir kami sebagai bentuk tanggung jawab moral,” tegas Ariyanto kembali,  dengan nada tinggi. 

Kini, mereka mendesak Kepala Dinas Pendidikan Aceh untuk segera turun tangan dan mengambil langkah tegas, termasuk melakukan evaluasi total terhadap kepemimpinan Plt Cabdin Abdya.

“Kalau ini dibiarkan, yang rusak bukan hanya sistem, tapi masa depan pendidikan kita,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Plt Kacabdin Pendidikan Aceh wilayah Abdya, Irma Suryani belum memberikan klarifikasi resmi, terkait gelombang mosi tidak percaya tersebut.(id82)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE