AcehMedanPendidikan

Kuliah Umum di Unpri Medan, Kapolda Marzuki Promosikan Aceh

Kuliah Umum di Unpri Medan, Kapolda Marzuki Promosikan Aceh
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah kembali dengan aktivitas kuliah umum di perguruan tinggi. Kali ini, ia malah mengisi kuliah umum di Medan, Sumatera Utara. Tepatnya di Universitas Prima Indonesia (Unpri), sebuah perguruan tinggi swasta ternama yang berkreditasi Unggul.

Bertema “Local Wisdom dalam Merawat Kamtibmas dan Penegakan Hukum”, kuliah umum ini berlangsung di Aula yang berada di lantai 10 gedung Unpri, pada Kamis (12/03/2026). Ini kali pertama Kapolda Aceh mengisi kuliah umum di kota Medan. Sebelumnya, ia menjadi pemateri pada kuliah umum di sejumlah perguruan tinggi di Aceh dan Jakarta.

Sempat jeda sejak Desember 2025 hingga Februari 2026, sebab Kapolda Marzuki kosentrasi penuh menolong korban banjir besar di Aceh dan ikut terlibat dalam upaya memperbaiki sejumlah infrastruktur dan pemukiman warga yang terdampak banjir.

Dihadiri seribuan mahasiswa Unpri, Kapolda Marzuki mempromosikan Aceh dan menyatakan kondisi Aceh semakin membaik setelah bencana banjir. “Aceh paling aman di Sumatera, Aceh tidak menakutkan,” kata Kapolda Marzuki. “Semoga Aceh cepat pulih dan lebih baik lagi.”

Ia memulai kuliahnya dengan mengundang beberapa mahasiswa ke atas panggung. Kepada mahasiswa, Kapolda Marzuki bertanya, “apa yang adik-adik ketahui tentang Aceh, apapun jawabannya, saya berikan hadiah”.

Umumnya, mahasiswa menjawab bahwa Aceh memiliki ketentuan tentang Syariat Islam. Beberapa mahasiswa juga mempertanyakan bagaimana caranya Polda Aceh mensinergikan hukum nasional dengan kearifan lokal (local wisdom) Aceh.

Kapolda Marzuki membenarkan bahwa Aceh memang memiliki salah satu kekhususannya mengenai penerapan Syariat Islam, dan ada ketentuan hukumnya yang disebut sebagai Qanun Jinayah.

“Masyarakat Aceh sangat taat pada ketentuan Syariat Islam, tidak pernah ada protes mengenai hal ini. Bahkan jika melanggar hukum Islam, maka hukuman cambuk pun mereka jalani,” kata Kapolda. “Hal tersebut adalah bagian dari local wisdom yang ada di Aceh.”

Lalu, Kapolda Marzuki memaparkan kekayaan alam Aceh. “Di tanah Aceh semuanya ada. Berbagai hasil tambang, mulai dari gas, minyak, emas, hingga batubara, ada di sana. Kekayaan pertanian, perkebunan, dan perikanan, juga melimpah. Ditambah lagi keindahan alamnya yang begitu luar biasa,” katanya.

Namun, Kapolda Marzuki melanjutkan, terjadi paradok. “Sebagai daerah paling aman dan paling kaya, tetapi kenapa miskin dan banyak pengangguran. Di situlah perlunya sebuah rumusan yang tepat, sehingga masyarakat Aceh sejahtera,” katanya.

Dari perspektif kepolisian, kata jenderal bintang dua ini lagi, salah satu jalan yang sedang ditempuh Polda Aceh adalah dengan mensinergikan hukum-hukum nasional dengan local wisdom (kearifan lokal). “Karena itu Polda Aceh memiliki visi Polda Aceh Meutuah menuju Aceh Meusyuhu,” katanya.

Secara garis besar, Kapolda Marzuki menjelaskan, bahwa visi tersebut memiliki makna bahwa polisi yang bertugas di Aceh adalah polisi humanis, menghormati kearifan lokal, memberdayakan perangkat-perangkat adat Aceh dalam merawat Kamtibmas, serta menyerap ketentuan hukum lokal (qanun) tanpa meninggalkan hukum-hukum nasional.

Dari rumusan tersebut, kata Kapolda Marzuki, maka akan terjadi kondisi Aceh yang aman dan nyaman. “Pada titik aman dan nyaman. Pada kondisi Aceh yang nyaman itulah investor akan datang ke Aceh, ekonomi akan tumbuh, dan kesejahteraan rakyat akan bergerak naik,” katanya.

Ketua Badan Pengawas Harian Unpri, Prof Dr Tommy Leonard, memuji materi yang disampaikan Kapolda Marzuki. “Materinya sangat bagus. Kapolda Aceh layaknya seperti seorang akademisi yang memiliki pengalaman praktisi yang Panjang. Sangat berguna untuk pembelajaran kita semua,” katanya.

Pendapat yang sama juga disampaikan Wakil Rektor IV Unpri Dr Ali Napiah Nasution, dan Dekan Fakultas Hukum Unpri Prof Dr Ermi Girsang. “Sangat bernilai, dan menjadi salah satu perspektif tersendiri dalam penegakan hukum,” kata Ali Napiah. “Kami sangat berterimakasih atas kesediaan Kapolda Aceh memenuhi undangan kami untuk kuliah umum ini.” (red)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE