Aceh

Lagi, Kebakaran Di Subulussalam

Lagi, Kebakaran Di Subulussalam
Rumah terbakar di Desa Pulo Kedep, Kecamatan Sultan Daulat. (Waspada.id/Ist)
Kecil Besar
14px

SUBULUSSALAM (Waspada.id): Untuk ketiga kali selama ramadan 1447 tahun ini, musibah kebakaran melanda di dua titik Kota Subulussalam, Jumat (13/3).

Akibat musibah serupa terjadi nyaris pada waktu bersamaan, di Desa Geuruguh, Tanah Bara, Kecamatan Rundeng, petugas Damkar disebut tidak siap siaga memadamkan api di Desa Pulo Kedep, Kecamatan Sultan Daulat.

“Kebakaran pemukiman rumah warga di Desa Pulo Kedep, Kecamatan Sultan Daulat sekira pukul 04.10 WIB. Pukul 04.20 WIB menerima informasi dari warga, Damkar tiba di TKP pukul 04.35 WIB,” pesan WA Madin Cibro, SE, Kabid Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam, sebut kondisi rumah milik Asdal terbakar dihuni lima jiwa rusak berat, namun tidak menyebut pemilik rumah di Tanah Bara.

Proses pemadaman menggunakan satu unit armada Damkar Pos Sultan Daulat berkekuatan tujuh personel berlangsung sekira setengah jam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik, sementara kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Kebakaran pertama menimpa rumah huni dan tempat usaha milik Desa Cibro di Desa Cepu, Kecamatan Penanggalan, Selasa (3/3) malam dan kedua rumah Ridwan Sinambela di Desa Subulussalam Barat, Kecamatan Simpang Kiri, Minggu (8/3).

Merespon isu jika upaya pemadaman kebakaran, Jumat (13/3) pihak BPBD dinilai masyarakat tidak siaga, Madin Cibro uraikan kronologis kejadian.

Dikatakan, pukul 00.55 WIB pihaknya mendapat laporan dari warga terjadi kebaran rumah di Tanah Bara, Desa Geuruguh, Kecamatan Rundeng.

Menyusul informasi tersebut, dirinya langsung menghubungi Pos Damkar Sultan Daulat untuk segera menuju TKP karena Damkar Pos Rundeng rusak dan tidak bisa beroprasi.

Sekira pukul 01.20 WIB, Damkar bergerak ke TKP melalui Desa Sepadan, Kuala Kepeng. Namun terkendala dengan kondisi jalan menuju Tanah Bara tanjakan rusak dan berlubang, tidak bisa dilalui.

Petugas memutuskan kembali putar balik ke Sultan Daulat yang memakan waktu perjalanan PP hampir dua jam. Armada Damkar tiba kembali di Pos Sultan Daulat pukul 03.20 WIB.

“Karena akan berpuasa, kemungkinan petugas yang piket makan sahur ke rumah masing-masing sehingga petugas tidak siap siaga,” pesan Madin.

Lalu, pukul 04.20 WIB menerima informasi terjadi kebakaran rumah di Desa Pulo Kedep, pukul 04.30 WIB petugas Damkar langsung meluncur ke TKP dan tiba di TKP pukul 04.45 WIB. Diakui, saat itu petugas berjibaku memadamkan kobaran api sampai selama sekira 30 menit.

Akibat insiden dua titik TKP kebakaran itu, masyarakat menilai petugas tidak siap siaga.

“Kami memaklumi kepanikan warga jika terjadi kebakaran, Damkar selalu dianggap datang terlambat tiba di TKP,” akunya sampaikan permohonan maaf.

Pihaknya berpesan kepada warga, sebelum tidur atau saat meninggalkan rumah perhatikan dan pastikan kompor gas, cok sambung, instalasi listrik dan alat elektronik lain yang dapat memicu kebakaran dalam keadaan aman. (id130)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE