SINGKIL (Waspada.id): Para petani yang tergabung dalam Koptan Agro Berkah Desa Pulo Sarok Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil, kini mengaku kesulitan untuk mengelola lahan pertanian tanaman hortikultura mereka.
Pasalnya, pasca banjir besar pada 27 November 2025 lalu, seluruh tanaman beserta pupuk dan obat-obatan yang menjadi aset berharga mereka turut ludes disapu banjir.
Sehingga mereka sangat kesulitan untuk keberlangsungan pengelolaan lahan pertanian tanaman palawija mereka.
Ketua Kelompok Tani Agro Berkah (Koptan) Sutan Syahrir yang dikonfirmasi Waspada.id, Senin (26/1/2026) mengungkapkan, beragam jenis tanaman palawija yang mereka rawat semuanya mati terendam, sehingga mereka mengaku mengalami kerugian mencapai puluhan juta.
Termasuk obat-obatan yang harganya mahal, serta pupuk yang menjadi penunjang kesuburan tanaman juga ikut hanyut dan terendam.
Sehingga saat ini mereka terpaksa mencoba penanaman dengan tanpa memakai obat-obatan hama, maupun pupuk sebagai penyubur dan hanya menyerahkan hanya kepada Allah SWT bagaimana hasilnya nanti.
“Sebenarnya sudah gak semangat mau nanam lagi, tapi karena dukungan kawan-kawan agar tetap mencoba untuk ditanam lagi, sehingga masih kita coba tanam tanpa memakai obat dan pupuk,” keluh Sutan.

Sutan melaporkan, bermacam bibit dan jenis tanaman hortikultura yang mati akibat terendam banjir. diantaranya sudah memasuki masa panen seperti cabai merah dan cabai kecil.
Kemudian jagung manis memasuki fase pembuahan. Terong ungu sedang berbuah, kacang panjang sedang berbuah, termasuk tomat, timun, ubi kayu. Kemudian daun ubi sayuran dan kangkung yang siap panen dan pepaya.
Begitupun Sutan mengaku sudah menyampaikan keluhannya tersebut kepada Wakil Bupati Hamzah Sulaiman, Kadis Pertanian Abd Haris, Kadis DLH Surkani, Kepala Dinas P2TSP Aidil Yudi Irawan, saat meninjau lahan pertanian Koptan Agro Berkah, sekaligus penanaman perdana cabai merah 1000 batang.
Dalam kunjungan Wakil Bupati serta Kadis Pertanian dan para penyuluh pertanian, Sutan juga telah mengusulkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) seperti hand traktor dan alat penyemprotan obat tanaman.
“Mudah-mudahan pak Wakil Bupati dan Kadis Pertanian bisa segera merealisasikan kebutuhan kami, sehingga pertanian kami bisa kembali bergairah, untuk mencukupi kebutuhan sayur-mayur dan palawija masyarakat lokal,” harap Sutan. (id.81)










