SABANG (Waspada.id): Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam resmi melantik 18 keuchik pada Rabu (14/1) di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya menjaga amanah dan disiplin pemerintahan gampong, terutama menghadapi penurunan dana gampong tahun 2026 sebesar sekitar 59 persen.
“Jabatan keuchik adalah jabatan amanah. Saudara tidak hanya dipilih melalui proses demokrasi, tetapi juga dipercaya untuk menjadi pelayan masyarakat, pemimpin yang adil, serta pengayom seluruh warga gampong tanpa terkecuali,” ujar Zulkifli.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa jabatan para keuchik terpilih hasil pemilihan yang berlangsung demokratis, aman, tertib, dan kondusif.
Wali Kota juga mengingatkan agar pascapemilihan tidak ada sekat perbedaan, dengan meminta para keuchik merangkul seluruh elemen masyarakat dan membangun koordinasi harmonis dengan berbagai pihak terkait.
Menghadapi penurunan dana yang signifikan, para keuchik diminta menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) dengan skala prioritas ketat, fokus pada kebutuhan dasar masyarakat, serta menghindari kegiatan seremonial dan belanja tidak mendesak.

“Kita semua menyadari bahwa tantangan ke depan tidaklah mudah. Banyak agenda strategis pemerintah pusat yang harus kita sukseskan bersama, di antaranya pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih, upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat gampong, serta dukungan terhadap pencapaian target RPJMD Kota Sabang tahun 2025–2030,” jelasnya.
Selain itu, Wali Kota mendorong optimalisasi peran Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) melalui inovasi dan penggalian potensi lokal untuk memperkuat ekonomi gampong dan pariwisata. Ia juga menekankan transparansi, akuntabilitas, dan koordinasi dalam pengelolaan keuangan sesuai ketentuan.
Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada keuchik dan penjabat keuchik masa lalu atas dedikasinya, serta kepada masyarakat dan pihak terkait yang telah mendukung suksesnya pemilihan keuchik. Selain itu, direncanakan pemberian penghargaan bagi gampong terbersih sebagai motivasi mewujudkan lingkungan yang bersih dan tertata.
“Terakhir, perlu saya tekankan pentingnya disiplin waktu, kehati-hatian dalam penyusunan dan pelaksanaan anggaran gampong, serta menjaga integritas aparatur gampong. Para keuchik harus menjauhi segala bentuk penyimpangan dan senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat,” tutupnya.***










