Lapas Langsa Gelar Apel Khusus Bahasa Aceh

- Aceh
  • Bagikan
Lapas Langsa Gelar Apel Khusus Bahasa Aceh
Ketua MAA Langsa Drs Mursyidin Budiman saat menjadi pembina pada apel khusus di Lapas Langsa. (Waspada/Ibnu Sa'dan)

LANGSA (Waspada): Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Langsa menyelenggarakan sebuah acara istimewa yang penuh makna, Kamis (21/9).

Yakni, untuk menghormati kearifan lokal dan budaya Aceh, pimpinan dan seluruh karyawan Lapas berkumpul dalam sebuah apel khusus.

Yang menjadikan apel ini begitu istimewa adalah penggunaan Bahasa Aceh dalam tata laksananya dan pakaian adat yang dikenakan oleh seluruh peserta.

Acara yang berlangsung di aula Lapas Langsa ini, lebih menarik lagi karena ikut dihadiri Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Langsa, Drs. H. Mursyidin Budiman, yang bertindak sebagai pembina dalam apel tersebut.

Hal ini menunjukkan tingginya komitmen Lapas IIB Langsa untuk memelihara dan mempromosikan budaya Aceh.

Kepala Lapas Kelas IIB Langsa, Sujatmiko, yang juga ikut serta dalam acara tersebut dengan mengenakan pakaian adat Aceh.

Dia menjelaskan kepada Waspada bahwa kegiatan ini diadakan sebagai respon terhadap himbauan yang datang dari Gubernur Aceh.

“Gubernur Aceh telah mendorong penghormatan yang lebih besar terhadap kearifan lokal, dan Lapas IIB Langsa berkomitmen untuk mendukung inisiatif tersebut,” katanya.

Langkah ini bukan hanya sekedar simbolik. Dengan mengadakan apel dalam Bahasa Aceh dan mengenakan pakaian adat Aceh, Lapas IIB Langsa memberikan pesan yang kuat tentang pentingnya melestarikan budaya lokal.

Ini juga membantu membangun kesadaran karyawan terhadap nilai-nilai tradisional yang kaya dan beragam yang ada di Aceh.

Menurut Ketua MAA Langsa, langkah seperti ini adalah contoh nyata bagaimana lembaga pemerintahan dapat berperan dalam mempromosikan kearifan lokal dan budaya yang ada di daerahnya.

Hal ini juga menjadi bukti bahwa penghormatan terhadap budaya lokal dapat memperkuat ikatan masyarakat dengan akar budaya mereka sendiri, ujarnya.

Kita dapat berharap bahwa langkah yang diambil oleh Lapas IIB Langsa akan menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain di Aceh dan di seluruh Indonesia untuk lebih menghargai dan memajukan kesejahteraan lokal serta budaya daerah mereka, tambah Mursyidin.

Dengan demikian, kita dapat terus melestarikan warisan budaya yang berharga ini untuk generasi mendatang.(b12)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *