AcehMedanNusantaraOlahraga

Lewat Olahraga Dan Edukasi Bencana, Program Mahasiswa Berdampak Bantu Pemulihan Psikososial Anak Di Takengon

Lewat Olahraga Dan Edukasi Bencana, Program Mahasiswa Berdampak Bantu Pemulihan Psikososial Anak Di Takengon
Kecil Besar
14px

TAKENGON (Waspada.id): Program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga melalui Program Mahasiswa Berdampak Kemendikti Saintek menghadirkan berbagai aktivitas pembinaan bagi anak dan remaja di Desa Jongok Meluem, Takengon.

Program ini dilaksanakan dalam skema pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan dampak bencana di Sumatra dengan kegiatan bertajuk “Penguatan Kebugaran, Resiliensi Psikososial, dan Kesiapsiagaan Bencana melalui Program Pembinaan Olahraga bagi Anak–Remaja Pascabencana.”

Kegiatan yang berlangsung sejak akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026 ini diawali dengan koordinasi antara tim pelaksana dan perangkat desa untuk menyamakan persepsi terkait program yang akan dijalankan. Tim kegiatan dipimpin oleh Dr. Ahmad Fauzul Hakim Hasibuan., S.E.I., M.E.I. dengan anggota Dr. Naufal Bachri., S.E., M.B.A. dan Zulkifli., S.H., M.H.

Selain koordinasi awal, tim juga melakukan observasi kondisi sosial masyarakat pascabencana guna memetakan kebutuhan yang mendesak, khususnya bagi anak-anak dan remaja di desa tersebut.

Berdasarkan hasil observasi tersebut, tim kemudian menyusun sejumlah kegiatan yang melibatkan berbagai pihak, seperti karang taruna, sekolah, dan masyarakat desa. Sosialisasi program juga dilakukan kepada warga serta orang tua peserta guna meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pembinaan olahraga sebagai bagian dari proses pemulihan psikososial pascabencana.

Salah satu kegiatan utama dilaksanakan di SMP Negeri 13 Takengon melalui sosialisasi mengenai penguatan kebugaran fisik, resiliensi psikososial, dan kesiapsiagaan bencana. Program ini kemudian dilanjutkan dengan pelatihan fisik bagi siswa yang meliputi latihan daya tahan, kecepatan, kelincahan, dan keseimbangan sebagai upaya meningkatkan kemampuan fisik dasar peserta.

Selain pembinaan olahraga, tim bersama masyarakat juga menggelar berbagai kegiatan sosial seperti gotong royong kebersihan lingkungan serta pelayanan Posyandu bagi anak-anak dan lansia. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat desa.

Kegiatan yang paling menarik perhatian masyarakat adalah pelaksanaan Festival Sepak Bola Ceria di Kampung Payah Reje dengan tema Trauma Healing Pascabencana. Festival ini diikuti oleh anak-anak dan remaja setempat dan dikemas melalui permainan olahraga yang menyenangkan guna membantu pemulihan psikologis peserta.

Kepala Desa Jongok Meluem Juanda menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat desa.
“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif mahasiswa yang telah melaksanakan berbagai kegiatan positif di desa kami. Program pembinaan olahraga dan kegiatan trauma healing ini sangat membantu anak-anak dan remaja kami untuk kembali bersemangat setelah menghadapi situasi pascabencana,” ujar Juanda.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak dan remaja, tetapi juga mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam berbagai aktivitas sosial di desa, mulai dari kegiatan gotong royong hingga pembinaan generasi muda.

Sementara itu, Ketua Tim Program Mahasiswa Berdampak Dr. Ahmad Fauzul Hakim Hasibuan, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa melalui UKM Olahraga dalam membantu proses pemulihan masyarakat, khususnya bagi anak dan remaja yang membutuhkan ruang aktivitas positif pascabencana.

“Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan olahraga, edukasi kesiapsiagaan bencana, dan trauma healing, kami berharap anak-anak dan remaja dapat kembali percaya diri, aktif, serta lebih siap menghadapi berbagai situasi di masa depan,” jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata.

Selain kegiatan olahraga, tim juga turut berpartisipasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Jongok Meluem dengan mengusulkan program pembinaan olahraga pascabencana sebagai bagian dari agenda pembangunan desa yang berkelanjutan. Usulan tersebut mendapat dukungan dari pemangku kepentingan desa karena dinilai mampu memberikan manfaat bagi pemulihan anak dan remaja di wilayah tersebut.

Rangkaian kegiatan pengabdian ini resmi ditutup pada 18 Februari 2026 oleh pemerintah Desa Jongok Meluem. Acara penutupan diisi dengan penyampaian laporan hasil kegiatan serta kesan dan pesan dari perangkat desa dan masyarakat.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan psikososial anak dan remaja serta memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE