Literasi Keuangan Syariah untuk Petani Milenial di Provinsi Aceh

  • Bagikan
Literasi Keuangan Syariah untuk Petani Milenial di Provinsi Aceh

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrat asal Dapil 2 Aceh, Rabu (31/1) siang di Dayah Kupi menjadi keynote speech pada kegiatan Sosialisasi Literasi Keuangan Syariah untuk Petani Milenial. Waspada/Maimun Asnawi

ACEH UTARA (Waspada): Indeks literasi keuangan syariah yang rendah dilaporkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu sebesar 8,1%. Artinya, 8 dari 100 penduduk Indonesia dapat dikatakan melek keuangan syariah.

Sangat minim bila dibandingkan dengan 222 juta atau lebih dari 87% penduduk muslim di Indonesia. Urgensi literasi keuangan syariah muncul manakala potensi yang besar tampak dari peningkatan aset, variasi produk, serta regulasi yang semakin komprehensif.

Sederet program diluncurkan untuk memenuhi tuntutan peningkatan literasi keuangan syariah, tak terkecuali program pendidikan dikalangan muda.

Literasi Keuangan Syariah untuk Petani Milenial di Provinsi Aceh

Namun, banyak penelitian yang menunjukkan program pendidikan yang dijalankan seringkali berakhir pada kegagalan. Identifikasi bertujuan untuk menggali penelusuran pada akar pengalaman keuangan.

Studi dimaksudkan untuk mengkolaborasikan gagasan yang dapat berperan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah dikalangan milenial dan Gen Z. Literasi keuangan syariah di Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan keuangan konvensional.

Literasi keuangan syariah baru mencapai 8,9% sedangkan literasi keuangan konvensional telah mencapai 37,7%. Literasi keuangan syariah generasi milenial dan generasi Z hingga saat ini relatif masih rendah, sedangkan terdapat lebih dari 50 persen penduduk Indonesia termasuk milenial dan Gen Z.

Berdasarkan permasalahan tersebut perlu diadakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Literasi Keuangan Syariah (PIJAR) yang berisi sosialisasi mengenai produk syariah dan produk pasar modal syariah bagi milenial dan Gen Z.

Kegiatan Sosialisasi yang diselenggarakan mengangkat topik: “Literasi Keuangan Syariah untuk Petani Milenial”.

“Kegiatan ini kita laksanakan satu hari penuh
Kegiatan yang dilaksanakan dalam satu hari penuh terdiri dari sesi keynote speech, serta sesi sosialisasi. Pada sesi keynote speech akan dihadirkan pembicara kunci dari anggota DPR RI asal Aceh, Muslim. Sedangkan pada sesi sosialisasi diisi oleh Akademisi, Praktisi, dan Perwakilan dari Bank Syariah Indonesia (BSI),” kata Ketua GEPEUBUT, Zulfikar Mulieng, Rabu (31/1).

Kata Zulfikar, kegiatan sosialisasi ini untuk peningkatan literasi keuangan syariah. Diharapkan dengan adanya acara seperti ini, peserta akan semakin cerdas dalam mengelola keuangan serta memilih investasi yang sesuai dengan kebutuhan, aman dan terhindar dari riba,” kata Zulfikar Mulieng.

Pada kesempatan itu, dia juga menjelaskan tujuan dari kegiatan sosisalisasi ini adalah menjadi sarana diseminasi informasi kepada masyarakat luas guna mendukung peningkatan literasi dan edukasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Masih menurut dia, kegiatan ini juga bertujuan untuk menggerakkan potensi besar generasi muda sebagai target pasar maupun sebagai pelaku sektor ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Selain itu juga dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, kata dia, diharapakan generasi muda mampu memasyarakatkan pemahaman bahwa ekonomi dan keuangan syariah adalah pilihan yang tidak saja rasional, inklusif, dan berkeadilan tapi juga sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah.

“Semakin tinggi literasi ekonomi dan keuangan syariah pada masyarakat maka akan semakin tinggi pula penggunaan barang dan jasa yang halal dan sesuai syariah oleh masyarakat. Pada gilirannya hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan yang dimulai dari kalangan milenial,” terangnya.

Kepada Waspada Zulfikar mengatakan, ada 100 peserta yang mengikuti kegiatan itu yaitu terdiri dari petani milenial, Poktan, Gapoktan, dan Mahasiswa Pertanian, panitia, tamu undangan, dan dari pihak media.

Kegiatan sosialisasi “Literasi Keuangan Syariah untuk Petani Milenial” dilaksanakan, Rabu (31/1) siang di Meeting Room Rest Area Madinah Dayah Kupie Gampong Masjid Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara.

Kata Zulfikar, keynote speech disampaikan oleh Muslim, S.Hi, MM (Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrat asal Dapil 2 Aceh). Pada kesempatan itu, Mualim menyampaikan tentang Peran dan Dukungan DPR RI untuk Kemajuan Petani Milenial dalam Pembiayaan Syariah di Provinsi Aceh.

Pada sesi kedua dilanjutkan oleh Ustadz Dr. Damanhur Abbas, LC., MA (Pakar Ekonomi Syariah dan Akademi Unimal). Dia berbicara tentang Cerdas Mengelola Keuangan, Memilih Investasi yang Sesuai Dengan Kebutuhan, Aman Dan Terhindar Dari Riba.

Sementara pada sesi ke tiga, kata Zulfikar Mulieng, S.P., M.Si (Ketua GEPEUBUT Aceh) dipercayakan untuk menyampaikan tentang Ekonomi dan Keuangan Syariah Adalah Pilihan Yang Rasional Bagi Petani Milenial di Provinsi Aceh.

“Saya menyampaikan kepada peserta tentang kondisi petani milenial di Aceh saat ini, pentingnya ekonomi dan keuangan Slsyariah bagi petani milenial di Aceh, situasi ekonomi petani milenial dan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Aceh, pengenalan tentang sistem keuangan syariah, bagaimana petani milenial dapat memanfaatkannya, peningkatan akses ke modal Syariah, tentang perlindungan terhadap risiko yang lebih baik. Selanjutnya tentang tantangan yang mungkin dihadapi petani milenial, solusi ekonomi dan keuangan syariah untuk mengatasi tantangan tersebut,” demikian Zulfikar Mulieng. (b07).

  • Bagikan