ACEH TAMIANG (Waspada.id): Lebih sebulan setelah banjir melanda Kabupaten Aceh Tamiang menjelang akhir November 2025, kawasan yang dijuluki Bumi Muda Sedia masih diwarnai kondisi yang belum pulih total. Lumpur masih menggenangi sebagian pemukiman warga, sementara deru kendaraan di jalan raya menimbulkan debu yang menyebar luas.
Pantauan Waspada.id pada Minggu (4/1) menunjukkan bahwa meskipun sebagian daerah sudah bersih, masih banyak rumah warga yang terendam lumpur dan air. Kondisi ini berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk yang dapat meningkatkan risiko penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mengancam keselamatan jiwa.
Selain itu, debu yang terbang hingga jarak pandang 50 hingga 100 meter akibat lalu lintas kendaraan juga menjadi masalah kesehatan. Warga yang tidak menggunakan masker berisiko terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, dr Andika Putra, mengkonfirmasi bahwa banyak warga yang datang berobat ke rumah sakit akibat ISPA. “Ya memang banyak warga yang berobat karena penyakit ISPA,” ujarnya tanpa menyebutkan jumlah pasien secara pasti.
Andika menambahkan, tidak hanya masalah fisik, banyak juga warga yang mengalami stres akibat dampak banjir dan datang untuk meminta obat penenang. “Sedangkan untuk kasus DBD, hingga saat ini belum ada yang datang berobat ke RSUD,” jelasnya.
Dokter Andika mengimbau warga untuk aktif membersihkan lingkungan agar tidak menjadi sarang nyamuk, serta menggunakan masker ketika berada di jalan raya untuk menghindari menghirup debu.Muhammad Hanafiah











