ACEH TAMIANG (Waspada.id): Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang belum bisa berjalan normal meski tahun ajaran baru telah dimulai sejak Senin (5/1/2025).
Beberapa institusi pendidikan lumpuh total akibat lumpur sisa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda lebih dari sebulan lalu.
SD Negeri Pantai Tinjau, Kecamatan Sekerak, merupakan salah satu sekolah yang terdampak parah. Pantauan relawan menunjukkan ruang kelas dan seluruh fasilitas sekolah masih dipenuhi lumpur tebal dan mengalami kerusakan berat hingga Rabu (7/1/2026).
Untuk mempercepat pemulihan, puluhan personel TNI dari Yonif TP 907 Dewa Shahdan bekerja sama dengan relawan dan masyarakat setempat melakukan pembersihan secara gotong royong. Kegiatan ini menggunakan peralatan sederhana mengingat akses dan fasilitas penunjang masih terbatas.

Ismail Zulfacri, yang terlibat dalam pembersihan, menyampaikan bahwa upaya ini menjadi prioritas agar proses pendidikan bisa segera berjalan lagi.
Menurutnya, kondisi sekolah yang tertutup lumpur tidak hanya menghambat pembelajaran, tetapi juga berdampak pada psikologis siswa.
Kepala SD Negeri Pantai Tinjau, Yuliana, mengungkapkan seluruh perlengkapan sekolah rusak dan tidak dapat digunakan. Ia berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan.
“Kami sangat berharap ada perhatian serius, karena tanpa bantuan perlengkapan dan fasilitas, sekolah tidak bisa beroperasi meski lumpur sudah dibersihkan,” ujarnya.
Pembersihan di SD Negeri Pantai Tinjau ditargetkan rampung dalam waktu dekat sebelum dilanjutkan ke sekolah-sekolah lain yang terdampak. Saat ini sebagian besar siswa masih tinggal di tenda pengungsian dan belum memiliki peralatan sekolah yang memadai.
Meski demikian, para siswa tetap memantau proses pembersihan dengan harapan bisa segera kembali belajar di ruang kelas mereka, setelah lebih dari sebulan kehilangan akses pendidikan akibat bencana alam.(hulwa)











