ACEH UTARA (Waspada.id): sebanyak 50 mahasiswa KKN dari kelompok 9 Unimal menggelar dan mengikuti kegiatan pengajian membahas persoalan bersuci. Kegiatan ini berlangsung di Dayah Miftahul Jannah, Keude Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Kegiatan ini juga bagian dari program pembinaan spiritual selama masa pengabdian di masyarakat.
Kegiatan pengajian dipimpin langsung oleh pimpinan Dayah Miftahul Jannah, Tgk. Junaidi, serta turut dihadiri oleh Tuha Peut Gampong Keude Bungkaih, Dr. Riski Amal.
Dalam penyampaiannya, Tgk. Junaidi menekankan pentingnya pemahaman ilmu agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi mahasiswa yang tengah menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
Pada kesempatan itu, Tgk. Junaidi meyampaikan kajian Kitab Hasyiyah Al-Bajuri pada Bab Thaharah (bersuci) berdasarkan Mazhab Syafi’i. Pembahasan mencakup berbagai aspek penting, seperti macam-macam air yang digunakan untuk bersuci, jenis-jenis najis dan cara menyucikannya.
Kemudian tentang adab buang air (istinja), rukun dan hal-hal yang membatalkan wudhu, mandi wajib, serta tayamum. Kajian ini menekankan bahwa kesucian fisik merupakan syarat utama sahnya ibadah shalat.
Dalam penjelasannya, Tgk. Junaidi juga memaparkan pembagian air dalam fiqih, antara lain air mutlak yang suci dan menyucikan, air musyammas yang makruh digunakan, air musta’mal yang suci namun tidak menyucikan, serta air najis yang tidak dapat digunakan untuk bersuci.
“Materi tersebut disampaikan secara rinci dan sistematis sehingga mudah dipahami oleh para mahasiswa. Kegiatan ini sudah kita laksanakan Minggu lalu,” sebut Ketika KKN Kelompok 9 Unimal.
Dalam siaran pers yang dikirim pada Waspada.id disebutkan, pengajian ini diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh mahasiswa KKN dan berlangsung dengan khidmat.
Kegiatan ini secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa KKN sebagai bentuk pembinaan internal. Melalui kegiatan pengajian ini, mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh berharap dapat memperkuat pemahaman keagamaan serta menanamkan nilai-nilai spiritual sebagai bekal dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat secara bertanggung jawab dan beretika. (id70)











