ACEH UTARA (Waspada.id): Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Malikussaleh yang tergabung dalam Kelompok 09 melaksanakan kegiatan bersih-bersih dayah pascabanjir di Balai Pengajian Bahrul U’lum (Dayah Budi Atthalibin), Desa Keude Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (20/1) .
Pantauan di lapangan para mahasiswa tampak basah dengan keringat saat membersihkan ketebalan lumpur yang mengendap baik dalam Maupun di luar ruangan dayah setempat.
Ketua KKN Kelompok 09, Syamsul Hilal Polem, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan serta fasilitas keagamaan yang terdampak banjir.
Banjir yang melanda wilayah Desa Keude Bungkaih beberapa waktu lalu mengakibatkan sejumlah fasilitas umum terdampak, termasuk lingkungan dayah. Sisa genangan air, lumpur, dan sampah menyebabkan aktivitas ibadah serta kegiatan pengajian menjadi kurang nyaman.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-PPM Universitas Malikussaleh berinisiatif melaksanakan kegiatan sosial berupa gotong royong membersihkan lingkungan dayah sebagai upaya membantu proses pemulihan pascabanjir.

Kegiatan bersih-bersih ini dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB dan melibatkan sekitar 50 mahasiswa KKN. Para mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja agar kegiatan dapat berjalan secara efektif dan menyeluruh.
Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi menyapu dan mengepel lantai bangunan dayah, membersihkan sampah sisa banjir, membersihkan rumput liar di sekitar lingkungan dayah, serta membersihkan warung yanng berada di dalam area dayah.
Selain itu, mahasiswa juga melakukan pembersihan terhadap berbagai peralatan dan perlengkapan ibadah, baik podium, sajadah, dan lainnya, sehingga alat ibadah itu dapat digunakan lagi untuk shalat berjamaah oleh para santri dan masyarakat sekitar. Pembersihan dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar semuanya kembali bersih, layak dan nyaman digunakan kembali.
Berbagai kegiatan kebersihan lainnya juga dilakukan guna memastikan seluruh area dayah berada dalam kondisi bersih dan siap digunakan kembali.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa KKN untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja yang telah direncanakan, tetapi juga harus tanggap terhadap kondisi sosial dan lingkungan di lokasi pengabdian.
“Kegiatan bersih-bersih ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan fasilitas keagamaan yang terdampak banjir. Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat membantu meringankan beban masyarakat serta menciptakan kembali lingkungan dayah yang bersih dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Balai Pengajian Bahrul U’lum (Dayah Budi Atthalibin), Tgk. Muzakir Ajalil, S.Pd.I ,turut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan dalam membersihkan lingkungan dayah pascabanjir.
“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh yang telah membantu membersihkan lingkungan dayah. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama bagi para santri, agar dapat kembali beribadah dan belajar dengan nyaman,” ungkapnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh menyampaikan bahwa proses pembersihan lingkungan dayah masih berlangsung dan saat ini telah mencapai sekitar 60% hingga 70%. Mahasiswa KKN berkomitmen untuk kembali terjun ke lokasi guna melanjutkan kegiatan pembersihan hingga seluruh area dayah benar-benar bersih dan tertata dengan baik.

Melalui kegiatan ini, lingkungan dayah yang sebelumnya terdampak banjir kini menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman digunakan. Para santri serta pengelola dayah dapat kembali melaksanakan kegiatan ibadah dan pengajian dengan lebih khusyuk. Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar Desa Keude Bungkaih yang melihat langsung kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan dan fasilitas keagamaan di wilayah mereka.
Kegiatan bersih-bersih dayah ini tidak hanya memberikan dampak positif secara fisik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Mahasiswa KKN-PPM Universitas Malikussaleh berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh sinergi yang baik antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadapi kondisi pascabanjir.
Ke depan, mahasiswa KKN Kelompok 09 Universitas Malikussaleh berkomitmen untuk terus melaksanakan berbagai kegiatan positif dan bermanfaat selama masa pengabdian di Desa Keude Bungkaih, baik di bidang sosial, lingkungan, maupun pemberdayaan masyarakat, sehingga keberadaan KKN benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat.(id72)










