Aceh

Mahasiswa UBBG Bangun Sumur dan Lakukan Trauma Healing untuk Korban Banjir di Pidie Jaya

Mahasiswa UBBG Bangun Sumur dan Lakukan Trauma Healing untuk Korban Banjir di Pidie Jaya
Para mahasiswa yang melakukan pengabdian di Pidis Jaya. Waspada/Ist
Kecil Besar
14px

PIDIE JAYA (Waspada.id): Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Program tersebut dilaksanakan di Desa Meunasah Pante Geulima, Kabupaten Pidie Jaya, pada 2–21 Februari 2026 sebagai respons terhadap dampak banjir yang sebelumnya melanda wilayah tersebut.

Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendiktisaintek melalui skema hibah BIMA.

Program yang diketuai Miswatul Hasanah, M.Pd. dengan anggota tim dosen Helnita, M.Pd., melibatkan 50 mahasiswa yang didampingi dosen pembimbing lapangan Asifa Askhan, S.Sn., M.Sn. dan Riska Gebrina, S.Pd., M.Sn.

Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan kesehatan lingkungan, terutama melalui pengadaan sumber air bersih bagi warga. Pasca banjir, sejumlah sumber air masyarakat diketahui tercemar sehingga mahasiswa bersama warga melakukan penggalian sumur secara partisipatif serta memberikan edukasi mengenai sanitasi lingkungan.

Selain itu, tim mahasiswa juga melaksanakan program trauma healing bagi anak-anak usia 4 hingga 12 tahun yang terdampak banjir. Kegiatan tersebut dilakukan melalui berbagai aktivitas edukatif seperti bermain, menggambar, dan bercerita guna membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak.

Kepala Desa Meunasah Pante Geulima Rahmadi Ibrahim menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa UBBG yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Kehadiran adik-adik mahasiswa UBBG memberikan solusi nyata, terutama terkait ketersediaan air bersih yang menjadi kendala setelah banjir. Anak-anak di sini juga sangat senang dengan kegiatan trauma healing yang diadakan,” ujar Rahmadi.

Ketua tim pelaksana Miswatul Hasanah mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan fisik, tetapi juga bertujuan membantu pemulihan sosial masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami berterima kasih kepada DRTPM Diktisaintek dan Ditjen Risbang atas dukungan pendanaan melalui Program Mahasiswa Berdampak. Dukungan ini memungkinkan mahasiswa hadir langsung dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPPM UBBG Dr. Muhammad Iqbal, S.Pd., M.A. menyatakan program ini menjadi bukti bahwa kegiatan riset dan pengabdian perguruan tinggi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Rektor UBBG Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si. juga mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial seperti ini merupakan bentuk dedikasi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana di Aceh.

“Melalui kolaborasi ini, UBBG bersama Kemendiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah serta menghadirkan kegiatan pengabdian yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.(id64)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE