Aceh

Mahasiswa Umuslim Hadirkan Mesin Filter Air Untuk Warga Korban Banjir Peusangan

Mahasiswa Umuslim Hadirkan Mesin Filter Air Untuk Warga Korban Banjir Peusangan
Mahasisiwa Universitas Almuslim sedang memasang mesin filtrasi air minum bagi korban banjir bandang Gampong Lhoeng, Minggu (8/3). Waspada/Fauzan
Kecil Besar
14px

BIREUEN (Waspada.id): Tim pengabdian mahasiswa berdampak dari Universitas Almuslim menyerahkan mesin filtrasi air minum portable berbasis Multi Stage bagi korban banjir bandang di Hunian Darurat (Hundar) di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Penyerahan mesin tersebut, dikoordinir oleh Ketua Tim mahasiswa Gaitsa Zahira, didampingi dosen pembimbing ketua tim pelaksana Dr. Imam Muslem, Dr. Cut Azizah, Zulkifli, M.Kom, yang diterima oleh ketua LazisMu Bireuen, Fajar Ardiansyah di lokasi hunian darurat itu, dan disaksikan Keuchik Gampong Pante Lhoeng Murizal, Minggu (8/3).

“Saya atas nama pemerintah Gampong mengucapkan terimaksih dan mengapresiasi atas kontribusi perguruan tinggi Universitas Almuslim dan mitra kemanusiaan yang telah menyerahkan mesin filtrasi air minum portable yang telah membantu kebutuhan Dasar masyarakat korban banjir di tempat saya,” ucap Murizal.

Ketua tim pelaksana pengabdian Dr. Imam Muslem, mengatakan program yang dilaksankan oleh mahasiswanya tersebut didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Mahasiswa Berdampak 2026. Ini juga sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap inovasi mahasiswa yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari program mahasiswa berdampak yang berfokus pada pemulihan fasilitas dasar masyarakat pascabencana.Untuk program di desa Pante Lhong mahasiswa Umuslim menjalin kemitraan dengan LazisMu Bireuen sebagai mitra kolaborasi lapangan,” jelas Imam Muslem.

Menuru dia, bantuan itu dirancang sebagai solusi nyata dan berkelanjutan. Mesin filter air yang diserahkan ini telah berhasil dipasang dan dapat langsung dimanfaatkan oleh warga korban banjir ini. Teknologi sistem pengolahan air tersebut menggunakan teknologi filtrasi bertingkat sebanyak 11 tahap, sehingga air yang dihasilkan telah siap untuk dikonsumsi dan memenuhi kebutuhan air bersih warga di hunian darurat.

“Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, terlebih dalam kondisi hunian darurat pascabencana. Kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, pemerintah desa, dan lembaga filantropi ini bisa menjadi model sinergi berkelanjutan dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi tepat guna bagi masyarakat terdampak bencana,” demikian Ketua tim pelaksana pengabdian Dr. Imam Muslem.(id73)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE