ACEH BARAT (Waspada.id): Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh menyerahkan alat pendeteksi banjir berbasis IoT sebagai bagian dari sistem peringatan dini kesiapsiagaan bencana kepada Desa Gajah Ayee, Kecamatan Pidie, Senin (2/3).
Alat yang dilengkapi sensor tinggi muka air, sirine notifikasi, dan pengiriman informasi via jaringan seluler ini bertujuan memberikan waktu evakuasi lebih cepat bagi warga. Ketua tim pengabdian Dosen Teknik Sipil UTU, Delfian Masrura, M.T., CRA., CRP., menjelaskan bahwa alat dirancang sederhana agar mudah dipelihara dan dioperasikan oleh perangkat desa, dengan pelatihan teknis telah diberikan kepada aparatur dan masyarakat.
“Program ini merupakan respons terhadap banjir yang kerap melanda Desa Gajah Ayee, yang berada di hilir dan rawan limpasan air tanpa peringatan dini,” ujar Delfian.
Selain penyerahan alat utama, mahasiswa juga melaksanakan program pendukung meliputi penanaman pohon di bantaran sungai, pemetaan titik rawan banjir dan jalur evakuasi, pembersihan sungai, pengukuran tingkat pH air, serta sosialisasi mitigasi bencana yang melibatkan kelompok PKK, petani, pemuda, dan aparatur gampong.

Kades Gajah Ayee Husaini mengapresiasi kontribusi mahasiswa, menyatakan bahwa penyerahan ini bukan hanya alat tetapi juga bentuk transfer pengetahuan, dan berharap kerja sama dengan kampus dapat terus berlanjut.
Sekretaris Camat Pidie Rangga Fadila mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mendanai program ini melalui Program Mahasiswa Berdampak. “Ini bukti nyata bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi solusi konkret berbasis sains dan teknologi bagi masyarakat,” ucapnya.
Rangga menambahkan bahwa program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait perubahan iklim, inovasi, dan infrastruktur, serta strategis riset nasional tentang mitigasi bencana. Ia berharap Desa Gajah Ayee dapat menjadi contoh desa tangguh bencana berbasis teknologi yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Kegiatan yang melibatkan 50 mahasiswa dari 7 program studi berbeda ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Bencana Sumatera tahun lalu, dengan bimbingan juga dari Fitry Hasdanita, S.T., M.T., dan Ir. Arrazy Elba Ridha, S.ST., M.T.(id83)












