Masyarakat Aceh Singkil Terima Bantuan Bibit Dan Alat Pertanian

- Aceh
  • Bagikan
Masyarakat Aceh Singkil Terima Bantuan Bibit Dan Alat Pertanian
Masyarakat Kecamatan Gunung Meriah dan Kecamatan Simpang Kanan menerima bantuan bibit siap tanam dan alat pertanian guna mewujudkan pangan sehat B2SA di Kabupaten Aceh Singkil, Kamis (28/12). Waspada/Ariefh

SINGKIL (Waspada): Masyarakat di dua kecamatan, menerima bantuan bibit siap tanam, untuk dibudidayakan di lahan pekarangan rumah di Kabupaten Aceh Singkil.

Bantuan bibit yang sudah disemai itu, diserahkan kepada masyarakat di Kecamatan Gunung Meriah, serta masyarakat Kecamatan Simpang Kanan, oleh Tim Dinas Pangan Aceh Singkil, serta pejabat dari Kantor Kecamatan masing-masing, Kamis (28/12/2023).

Program Gerakan Menanam untuk menghasilkan pangan sehat Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) yang dipromotori Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Aceh Singkil, merupakan salah satu program untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga dalam pengendalian inflasi harga bahan pangan secara nasional.

Masyarakat Aceh Singkil Terima Bantuan Bibit Dan Alat Pertanian

Kepala Dinas Pangan Aceh Singkil melalui Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Achyaruddin, ST mengatakan, program bantuan bibit dan peralatan pertanian ini bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten Aceh Singkil.

Sehingga masyarakat mulai sekarang harus menggalakkan gerakan menanam di lahan pekarangan. Yakni tanaman sayur-sayuran, cabai merah, cabai rawit dan terong.

Dengan upaya menanam sendiri, ke depan setiap kepala keluarga tidak mesti lagi membeli sayur yang dipasok dari luar daerah, sehingga dapat menghemat biaya pengeluaran keluarga untuk kebutuhan dapur.

Karena tinggal petik hasil tanaman sendiri tanpa pupuk berbahan kimia dijamin sehat dan bergizi. “Selain bibit, Dinas Pangan juga menyerahkan bantuan alat pertanian lainnya, berupa kereta sorong serta pupuk kandang dan pupuk organik cair,” ucap Achyar.

“Dengan memanfaatkan pupuk organik, maka sayur-sayuran yang dihasilkan tanpa terbebas dari bahan kimia berbahaya,” terang Achyar.

Dengan bantuan bibit tersebut masyarakat mengaku akan berusaha mengembangkan tanaman sayuran tersebut. Sehingga mereka berharap agar program tersebut bisa berkelanjutan. “Namun perlunya pembinaan dan pengawasan dari Dinas Pangan maupun Penyuluh Lapangan, agar bisa memperoleh hasil yang maksimal,” ucap salah satu warga. (b25)

  • Bagikan