Masyarakat Perbatasan Singkil-Sumut, Minta Laksanakan GPM Hingga Ramadhan

  • Bagikan
Masyarakat terlihat antusias membeli pangan murah di GPM, dan telah menunggu sejak pagi, untuk mendapatkan sembako murah itu. WASPADA/Ariefh
Masyarakat terlihat antusias membeli pangan murah di GPM, dan telah menunggu sejak pagi, untuk mendapatkan sembako murah itu. WASPADA/Ariefh

SINGKIL (Waspada): Antusias masyarakat yang ingin berbelanja pangan murah di Kecamatan Danau Paris Kabupaten Aceh Singkil cukup tinggi.

Sejak pagi masyarakat yang berada di wilayah perbatasan Aceh Singkil-Sumatera Utara (Sumut), telah menanti dibukanya stand gerakan pangan murah (GPM) di sana, meski cuaca dalam kondisi hujan deras. Karena harga yang ditawarkan sangat murah bahan pokok yang dijual juga dengan kualitas baik.

Camat Danau Paris Drs Rahim kepada Waspada.id, Rabu (29/11) mengatakan, gerakan pangan murah (GPM) di Kecamatan Danau Paris sudah ditunggu-tunggu kehadirannya sejak GPM bulan lalu. Dengan kondisi berbagai bahan pangan yang mengalami kenaikan harga, sehingga GPM ini sangat membantu masyarakat meringankan kebutuhan rumah tangga.

Masyarakat sangat antusias berbelanja di GPM ini, karena harganya yang sangat murah juga bahan-bahan pokok yang dijual dengan kualitas bagus. Kami berharap agar GPM ini bisa kembali dilaksanakan di Kecamatan Danau Paris, serta menyusul kembali dilaksanakan menjelang bulan puasa. Sebab, sangat disayangkan saat dilaksanakan GPM kemarin, Selasa (28/11) banyak masyarakat yang masih berada di Singkil, menghadiri kegiatan pelantikan kepala desa, terangnya.

“Karena ada masyarakat yang belum dapat sembako murah kemarin, harapan saya bisa dilaksanakan kembali,” ucap Rahim

Kepala Dinas Pangan Abdul Haris mengatakan, masyarakat Aceh Singkil tidak perlu khawatir kekurangan beras sebab pasokan beras masih tersedia dan cukup untuk pemenuhan kebutuhan daerah dengan masuknya berbagai program bantuan pangan ke Aceh Singkil sehingga stok beras untuk kebutuhan pangan ke depan sudah tersedia hingga menjelang bulan puasa mendatang.

Sementara pasokan yang masih ada di pedagang juga masih tersedia untuk menjaga kebutuhan beras mendatang sebab dengan kondisi banjir di mana-mana saat ini, menjadi pemicu petani akan mengalami gagal panen. Dan ini perlu diwaspadai.

Namun dengan pasokan beras yang tersedia saat ini, termasuk program nasional GPM, Pasar Murah Keliling di Disperindagkop serta bantuan beras SPHP dari bulog, sehingga stok beras di masyarakat tidak terganggu dan menjadi beras cadangan kita. Apalagi setiap anggaran yang masuk yang masuk ke kabupaten, Pj Bupati Azmi berkomitmen diprioritaskan dan dimaksimalkan untuk pemenuhan bahan pokok masyarakat, ucap Haris. (B25)

Baca juga:

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *