Maulid Berlangsung Meriah, Diisi Ceramah Da’i Kondang Asal Sumut

- Aceh
  • Bagikan
Maulid Berlangsung Meriah, Diisi Ceramah Da'i Kondang Asal Sumut

BANDA ACEH (Waspada): Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1445 Hijriah yang digelar Pemko Banda Aceh kali ini tampak begitu meriah.

Digelar di Taman Sari, Kamis (2/11), acara ini mengundang antusias warga kota. Tak kurang sekitar 4000-an warga hadir di lokasi dan dengan khusyuk mendengarkan ceramah maulid yang disampikan penceramah dari Sumatera Utara, Ustad Irfan Yusuf.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada 250 anak yatim. Santunan diserahkan langsung Pj Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin bersama Forkopimda di atas panggung utama Taman Sari.

Pj Wali Kota mengatakan, tingginya antusias masyarakat mengikuti peringatan maulid menjadi bukti kecintaan terhadap Rasulullah SAW.

Kata Pj Wali Kota, maulid bukan hanya digelar oleh Pemko ataupun lembaga pemerintah lainnya, di Banda Aceh dan Aceh secara umum maulid selalu diperingati setiap tahunnya hingga tiga bulan lamanya, baik diperingati di gampong-gampong hingga sekolah-sekolah.

Perayaan tersebut membuktikan seluruh masyarakat Aceh benar-benar cinta akan Nabi Besar Muhammad SAW dan selalu berupaya untuk menelani sifat-sifat Rasul serta mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Maulid Berlangsung Meriah, Diisi Ceramah Da'i Kondang Asal Sumut
Al-ustadz H. Irfan Yusuf sedang menyampaikan ceramah maulid di depan para pengunjung yang memenuhi Taman Sari Banda Aceh. (Waspada/Zafrullah)

Peringatan maulid yang digelar Pemko kali ini mengangkat tema “Merajut Silaturahmi dan Memperkuat Persatuan Umat Guna Mewujudkan Banda Aceh yang Damai.”

Kata Pj Wali Kota, tema tersebut merupakan panggilan kepada semua elemen untuk saling menyatukan hati, mempererat tali silaturahmi, dan memperkuat persatuan sebagai umat Islam.

“Sebagai Pj Wali Kota, saya ingin mewujudkan tanggung jawab menciptakan sebuah kota yang damai, harmonis, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya. Namun, hal tersebut tidak dapat dicapai jika kita terjebak dalam perpecahan yang bermula dari beda pandangan, beda pendapat dan beda pilihan. Potensi itu harus kita cegah sejak dini, lewat momen maulid ini kita pererat silaturrahmi,” kata Amiruddin.

Dai kondang asal Sumut, Ustad H Irfan Yusuf yang mengisi ceramah meulid mengajak umat untuk dapat meneladani akhlak dan kehidupan Rasulullah SAW.

Kata dia, umat harus belajar dari peristiwa menjelang wafat Rasulullah saw. Nabi Muhammad SAW hanya mengerjakan haji satu kali dalam hidupnya yaitu tiga bulan sebelum meninggal.

“Itulah haji beliau yang pertama dan terakhir,” ujar Almukaram Irfan Yusuf.

Dalam ceramah singkat itu, Ustad Irfan menjelaskan, kehidupan Nabi SAW sangat luar biasa, dimana pada umur 63 tahun cuma merasa sakit dua kali. Itupun hanya demam dan sakit kepala. Selain itu, kata Ustad Irfan, hidup Nabi SAW penuh dengan keberkahan.

Ustad Irfan pun membagikan tips sehat ala Rasulullah SAW yang dapat dilakukan umat dalam kehidupan sehari-hari. “Aktivitas banyak berjalan, puasa Senin-Kamis, tidur kepala miring ke kanan (yang jadi bantal lengan) agar dapat cepat bangun dan mengerjakan shalat tahajud, bersabar waktu dapat ujian dan bersyukur waktu dapat nikmat,” jelasnya.

Di akhir ceramah, Ustad Irfan menyerukan umat islam untuk bersatu dan terus menjaga ukhuwah. (b03)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *