Mayat Warga Tanjung Deah Ditemukan Di Bawah Jembatan Lamnyong

- Aceh
  • Bagikan
Korban tenggelam di Krueng Lamnyong dimasukkan ke kantong jenazah sebelum dibawa ke RSUDZA. (Waspada/Ist)
Korban tenggelam di Krueng Lamnyong dimasukkan ke kantong jenazah sebelum dibawa ke RSUDZA. (Waspada/Ist)

BANDA ACEH (Waspada): Penjual kopi di kawasan bawah jembatan Lamnyong menemukan mayat laki-laki yang mengapung di Krueng Lamnyong, Senin (18/3) malam. Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Syiah Kuala Polresta Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli melalui Kapolsek Syiah Kuala, Iptu Cut Laila Surya membenarkan penemuan jasad laki-laki yang mengapung di Krueng Lamnyong itu.

“Benar, penemuan jasad laki-laki mengapung di perairan Krueng Lamnyong dilaporkan warga ke Polsek Syiah Kuala sekitar jam 19.50 WIB tadi,” ucap Cut Laila Surya, Senin (18/3) tengah malam.

Kapolsek mengatakan, almarhum BW ,30, warga Tanjung Deah, Darussalam, Aceh Besar, saat ditemukan dalam posisi telungkup dalam air menggunakan pakaian kaos biru corak merah oleh penjual kopi, Arie Wahyu Priady, 21, warga gampong Pie, Meuraxa, Banda Aceh, yang saat itu sedang berjualan di bawah jembatan Lamnyong.

Mayat Warga Tanjung Deah Ditemukan Di Bawah Jembatan Lamnyong
Masyarakat sekitar berduyun-duyun datang ke lokasi penemuan mayat di bawah Krueng Lamnyong. (Waspada/Ist)

“Yang melihat pertama sekali adalah penjual kopi mobil di bawah jembatan Lamnyong, saat itu saksi sedang duduk menunggu pelanggan dan melihat kearah Krueng Lamnyong,” terangnya.

Saat saksi melihat, ia menyakinkan kepada temannya terlebih dahulu terkait apa yang dilihat, mereka pikir hanya sampah, akan tetapi ketika mendekati, ternyata mayat laki-laki dengan posisi telungkup, lalu melaporkan ke Polsek Syiah Kuala.

Setelahnya, personel Polsek Syiah Kuala dan Sat Reskrim Polresta Banda Aceh mendatangi TKP dan langsung menarik garis “police line” di sekitaran TKP, dan mayat telah dibawa oleh PMI ke rumah sakit umum dr. Zainal Abidin, lanjut Kapolsek.

Untuk sendal korban ditemukan 100 meter dari lokasi penemuan jasad korban, tambahnya.

Setelah mengetahui korban warga gampong Tanjung Deah, Darussalam, Aceh Besar, lalu petugas Kepolisian menghubungi perangkat gampong.

“Keluarga menolak dilakukan visum et revertum, dan menurut keluarganya, korban menderita penyakit epilepsi. Kini jenazah korban telah dibawa pulang untuk disemayamkan,” pungkas Cut Oya, sapaan akrab Kapolsek Syi’ah Kuala, Cut Laila Surya. (b03)

  • Bagikan