Menerobos Badai, Tim GPM Sasar Pulau Terpencil Aceh Singkil

Distribusikan Sembako Murah

  • Bagikan
Petugas GPM Dinas Pangan diserbu masyarakat, saat mendistribusikan paket sembako dengan konsep Pasar Terapung, di Desa Ujung Sialit, Suka Makmur dan Desa Haloban Kec. PBB, Minggu (10/12). WASPADA/Ariefh
Petugas GPM Dinas Pangan diserbu masyarakat, saat mendistribusikan paket sembako dengan konsep Pasar Terapung, di Desa Ujung Sialit, Suka Makmur dan Desa Haloban Kec. PBB, Minggu (10/12). WASPADA/Ariefh

SINGKIL (Waspada): Memasuki hari kedua Tim Gerakan Pangan Murah (GPM) Dinas Pangan, masih berada di Kepulauan terluar dan terpencil Aceh Singkil.

Tim GPM yang dikomandoi langsung Kadis Pangan Abdul Haris SP MM dan Kabid Distribusi Akhyar, tetap semangat meski diterjang badai saat mengarungi lautan dengan boat kayu nelayan, untuk membawa sebanyak 700 paket sembako yang akan disebar di 4 desa Kecamatan Pulau Banyak Barat (PBB) Aceh Singkil. Meliputi, Desa Haloban, Desa Asantola, Ujung Sialit dan Desa Suka Makmur.

Penjabat Bupati Aceh Singkil Drs Azmi MAP kepada Waspada.id, Senin (11/12) menyampaikan terima kasih kepada Tim GPM yang tetap semangat berjuang untuk melayani masyarakat. “Alhamdulillah, Pemkab Aceh Singkil akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Menerobos Badai, Tim GPM Sasar Pulau Terpencil Aceh Singkil

Apalagi yang berada jauh diseberang laut, dengan kondisi yang sangat rawan terhadap kebutuhan pangan. Sehingga untuk menghadapi Nataru ini kita hadirkan GPM disana agar masyarakat dapat dengan mudah mendapat sembako murah dan berkualitas. Program operasi pasar murah ini akan terus berlanjut dilaksanakan. Dan ke depan akan dilaksanakan setiap bulan, untuk seluruh masyarakat di kabupaten, kecamatan serta pelosok desa.

Lebih lanjut Azmi mengungkapkan, berbagai program telah dilaksanakan untuk membantu kebutuhan pangan masyarakat, mulai GPM, Operasi Pasar Murah, Operasi Pasar Keliling dan Operasi Pasar Duduk. Semua dijual dengan harga murah, dan ini bertujuan agar Inflasi tetap dapat kita kendalikan, pungkas Azmi.

Kadis Pangan Abdul Haris mengatakan, sebanyak 700 paket sembako yang dijual dengan menerapkan kebijakan satu harga habis terjual diserbu masyarakat PBB, Minggu (10/12/2023), yang dilaksanakan dengan konsep Pasar Terapung langsung dari boat.

Penerapan satu harga ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menstabilkan harga pangan dan menstabilkan pasokan agar tetap aman menjelang Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang. “Biasa menjelang Nataru harga bahan pangan naik. Alhamdulillah, tahun ini bisa kita stabilkan dengan GPM,” ucap Haris.

Lebih lanjut Haris menjelaskan, untuk pendistribusian bahan pangan murah tersebut, TIM GPM langsung jemput bola, menyambangi 2 desa sasaran.

Menerobos Badai, Tim GPM Sasar Pulau Terpencil Aceh Singkil

Untuk Desa Ujung Sialit dan Suka Makmur didatangi ke desanya langsung. Sebab lokasi mereka jauh dari Ibukota Kecamatan Haloban, dan harus naik robin lagi sekitar 25 menit. Sehingga jika mereka harus datang lagi ke Haloban sudah pasti akan mengeluarkan biaya perjalanan lagi. Dengan cara ini mereka tetap bisa menikmati bahan pangan murah, dengan harga yang sama dengan penduduk di daratan, ucap Haris yang masih berada di Pulau Banyak hingga Senin (11/12).

Masyarakat yang berada di kepulauan perbatasan dengan Sumatera Utara (Sumut) itu menyampaikan terima kasih atas program pangan murah yang digalakkan Pj Bupati Drs Azmi tersebut. Mereka berharap agar program tersebut bisa terus berkelanjutan meringankan beban masyarakat dan memudahkan masyarakat terpencil memperoleh sembako dengan harga yang murah.

Masyarakat berharap dengan programnya yang sangat membantu dan memberikan kemudahan kepada masyarakat ini, sehingga mereka menginginkan agar masa jabatan Penjabat Bupati bisa diperpanjang, pinta mereka. (B25)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *