KOTA JANTHO (Waspada.id): Meski tampak sepi dari pengunjung, para pedagang kue tradisional di Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, justru mengaku mengalami peningkatan penjualan saat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Peningkatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 20 persen dibandingkan hari-hari biasa, terutama dalam tiga hari Lebaran.
Seorang pedagang kue tradisional, Kak Nong mengatakan, meskipun kondisi pasar tampak sepi, minat masyarakat untuk membeli kue tetap tinggi. Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh tradisi saling berkunjung saat Lebaran.
“Walaupun terlihat tidak terlalu ramai, penjualan kami justru meningkat. Dalam tiga hari Lebaran ini bisa naik sekitar 20 persen dibanding hari biasa,” ujar Kak Nong, Senin (23/3/2026).

Menurutnya, kue-kue tradisional seperti bolu, adee, dan kekarah menjadi favorit pembeli. Kue tersebut umumnya dibeli untuk dibawa sebagai buah tangan saat bersilaturahmi ke rumah keluarga maupun kerabat.
“Biasanya pembeli mencari kue untuk dibawa saat berkunjung. bolu, adee, dan kekarah paling banyak diminati,” katanya.
Senada itu, pedagang lainnya, Sapura mengungkapkan, kondisi Lebaran tahun ini berbeda dibandingkan momen sebelumnya, terutama saat pergantian tahun yang cenderung sepi pengunjung.
“Kalau tahun baru kemarin hampir tidak ada tamu, mungkin karena efek musibah. Tapi Lebaran kali ini mulai ramai, bahkan ada sebagian yang kita lihat merupakan tamu dari luar daerah yang datang,” sebut Sapura.
Menurutnya, kedatangan tamu dari luar daerah turut mendorong peningkatan permintaan kue tradisional di kawasan tersebut, terutama selama momen libur Lebaran.
“Dengan adanya tamu dari luar daerah yang memanfaatkan waktu libur Lebaran ini, penjualan kue tradisional justru meningkat,” imbuhnya. (id67)













