Meurah Budiman Tinjau Kerusakan SDN Alur Mentawak

  • Bagikan
Penjabat Bupati Aceh Tamiang, Meurah Budiman saat meninjau SDN Alur Mentawak, Kecamatan Kejuruan Muda yang mengalami kerusakan akibat banjir yang terjadi beberapa hari lalu karena curah hujan tinggi, Rabu (29/11).(Waspada/Yusri).
Penjabat Bupati Aceh Tamiang, Meurah Budiman saat meninjau SDN Alur Mentawak, Kecamatan Kejuruan Muda yang mengalami kerusakan akibat banjir yang terjadi beberapa hari lalu karena curah hujan tinggi, Rabu (29/11).(Waspada/Yusri).

ACEH TAMIANG (Waspada): Penjabat Bupati Aceh Tamiang, Meurah Budiman melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi kerusakan SDN Alur Mentawak, Kecamatan Kejuruan Muda akibat dihantam air banjir beberapa hari lalu.

Meurah Budiman dalam kunjungan tersebut didampingi sejumlah pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang. Akibat hantaman air banjir karena curah hujan tinggi sehingga menyebabkan kerusakan pada bagian pagar sekolah roboh dan ratusan eksemplar buku terendam di ruang perpustakaan.

Pj Bupati Aceh Tamiang, Meurah Budiman dalam kunjungan pada Rabu (29/11) sore tersebut menyampaikan,selain kerusakan pada bagian pagar juga terdapat kerusakan di bagian dalam sekolah karena terendam air, termasuk juga buku-buku, meja belajar ikut rusak. “ Dampak bencana banjir ini menjadi skala prioritas pemerintah daerah untuk mengupayakan dilakukan perbaikan kembali,” katanya.

Menurut Meurah Budiman,terkait kerusakan bangunan akan di turunkan konsultan perencanaan untuk menghitung segala kerusakan SDN Alur Mentawak yang merupakan salah satu sekolah pedalaman dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. “Kita harapkan kerusakan ini bisa segera dilakukan perbaikan sehingga aktivitas disekolah ini terlihat kembali seperti sebelum terjadinya banjir,” sebutnya.

Pelaksana Harian Kepala Disdikbud Aceh Tamiang, Sepriyanto mengutarakan,dengan kondisi kerusakan sekolah saat ini, aktivitas di SDN Alur Mentawak tetap buka tidak sampai diliburkan. “Kegiatan di sekolah tetap berjalan sebagaimana biasanya, memang kondisinya sedikit kotor tapi pihak sekolah secara swadaya bersama warga sekitar dibantu Datok Penghulu terus melakukan upaya pembersihan lumpur,” ujarnya.

Warga Kampung mengutarakan, bahwa tidak pernah menyangka bencana banjir besar datang secara tiba-tiba dan merendam pemukiman warga. Selain kerusakan SDN Alur Mentawak, lebih dari 50 unit rumah warga di dua dusun nyaris terendam.

“Ketinggian airnya bervariasi ada yang sepaha dan sedada orang dewasa, kemarin warga di dusun ini ramai-ramai menjemur tilam kasur dan perabotan karena basah semua,” tutur Abdul Kholik, warga setempat.

Datok Penghulu Alur Mentawak, Jajang Sunarya mengatakan, ada dua dusun yang dilanda banjir yakni Dusun Inpres dan Dusun Mentawak III. Menurutnya banjir datang pasca hujan deras yang terjadi pada hari Senin (27/11) lalu dari sore hingga malam. “Malam itu hujan cukup lama reda, pada saat banjir listrik PLN padam sehingga kami tidak tahu dua dusun kami kebanjiran,” jelasnya.(b15).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *