AcehPendidikan

Miftahul Jannah, Raih Gelar Magister IAIN Dari Bilik Tenda Pengungsian Di Tamiang

Miftahul Jannah, Raih Gelar Magister IAIN Dari Bilik Tenda Pengungsian Di Tamiang
Mahasiswi Pascasarjana IAIN Langsa, Miftahul Jannah, saat mengikuti sidang munaqasyah Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dengan dipimpin Prof. Dr. Iskandar Budiman, MCL, bersama penguji: Dr. Awwaluzzikri, Lc., MA, Dr. Muhammad Suhaili Sufyan, Lc., MA, Dr. Syafieh, M. Fil.I, dan Dr. Erly Ridho Kismawadi, S.E.I., MA sebagai sekretaris. Waspada.id/ist
Kecil Besar
14px

LANGSA (Waspada.id): Dari bilik tenda pengungsian, seorang mahasiswi Pascasarjana IAIN Langsa, Miftahul Jannah, Rabu (11/03/2026) berhasil meraih nilai A dalam sidang munaqasyah tesis meski masih tinggal di tenda pengungsian akibat banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang tiga bulan lalu.

Sidang berlangsung di Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dipimpin oleh Prof. Dr. Iskandar Budiman, MCL, dengan jajaran jajaran penguji: Dr. Awwaluzzikri, Lc., MA, Dr. Muhammad Suhaili Sufyan, Lc., MA, Dr. Syafieh, M. Fil.I, dan Dr. Erly Ridho Kismawadi, S.E.I., MA sebagai sekretaris.

Tesis yang dipertahankan berjudul “Pemanfaatan Barang Gadai Perspektif Imam Syafi’i dan Hambali (Studi Kasus di Desa Gelanggang Merak, Kecamatan Manyak Payet, Kabupaten Aceh Tamiang)”.

Dalam sidang tersebut, para penguji memberikan apresiasi atas kegigihan Miftahul Jannah yang tetap fokus mempersiapkan diri meski hanya bermodalkan file tesis yang tersimpan di telepon genggam.

Usai sidang, Miftahul Jannah menyampaikan rasa syukur atas pencapaiannya.

“Saya tidak pernah membayangkan bisa menyelesaikan munaqasyah dalam kondisi seperti ini. Hidup di tenda pengungsian memang penuh tantangan, tetapi saya percaya ilmu harus terus diperjuangkan. File tesis yang saya simpan di ponsel menjadi penyelamat, dan semangat untuk tidak menyerah membuat saya bertahan,” ujarnya.

Dr. Muhammad Suhaili Sufyan selaku pembimbing turut menegaskan bahwa, ilmu pengetahuan bisa tumbuh bahkan dari balik tenda pengungsian. Miftahul Jannah telah membuktikan, dengan ketabahan, ketekunan, tekad dan keberanian mampu menembus segala keterbatasan dan mimpi harus tetap hidup meski berada di tengah ujian berat.

Kisah Miftahul Jannah menjadi inspirasi bahwa ilmu pengetahuan dapat tumbuh bahkan dari balik tenda pengungsian.

“IAIN Langsa menegaskan komitmennya untuk terus mendukung mahasiswa terdampak bencana, baik melalui bantuan akademik maupun sosial, serta memastikan akses pendidikan berkualitas tetap terjaga meskipun dalam kondisi darurat,” imbuhnya.(Id74)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE