MPU Aceh Keluarkan Taushiyah Pelaksanaan Ibadah Ramadan 1445 Hijriah

Minta Warga Hargai Perbedaan Awal Ramadan

- Aceh
  • Bagikan
MPU Aceh Keluarkan Taushiyah Pelaksanaan Ibadah Ramadan 1445 Hijriah
Ketua MPU Aceh Tgk.H.Faisal Ali.

BANDA ACEH (Waspada): Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1445 Hijriah, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan Taushiyah Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Ibadah Bulan Ramadan dan Kegiatan Keagamaan lainnya tahun 1445 Hijriah.

Taushiyah ditetapkan pada 5 Maret 2024, itu diterima Waspada, Sabtu (09/03/24), yang diteken oleh Ketua MPU Aceh Tgk H Faisal Ali bersama tiga Wakil Ketua yakni Tgk H Hasbi Albayuni, Prof Dr Tgk H Muhibbuththabary MAg dan Dr Tgk H Muhammad Hatta Lc MEd.

Adapun point penting dalam tausyiah itu, antara lain, kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota, MPU Aceh meminta untuk mengawasi dan menertibkan kegiatan penyambutan Ramadan yang tidak sesuai dengan syariat Islam dan adat Aceh, serta pihak terkait untuk memperhatikan penyediaan daging dan penyembelihan hewan meugang yang sesuai dengan syariat Islam.

“Diminta kepada Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota untuk menertibkan aktivitas masyarakat seperti berjualan di badan jalan, perparkiran yang tidak teratur serta balapan liar terutama mulai waktu berbuka puasa sampai dengan selesai shalat tarawih dan Salat Subuh,” bunyi poin taushiyah itu.

Kecuali itu, apabila ada perbedaan dalam penetapan awal Ramadan, masyarakat diminta agar tetap menjaga ukhuwah dan menghargai perbedaan. “Diminta kepada segenap masyarakat agar tetap menjaga ukhuwah dan menghargai perbedaan serta memperhatikan Keputusan Pemerintah dalam penetapan awal Ramadan,” sebut salah satu poin taushiyah itu.

Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota dan semua pihak juga diminta menjaga situasi dan kondisi yang aman dan kondusif agar masyarakat nyaman dan tenang dalam melaksanakan ibadah Ramadan.

“Diminta kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menjamin tersedianya bahan kebutuhan pokok masyarakat yang baik dan halal dengan harga yang terjangkau. Juga diminta kepada segenap masyarakat untuk melaksanakan aktifitas ibadah Ramadan seperti shalat berjama’ah tarawih dan witir dengan ikhlas dan khusyu’,” lanjut taushiyah itu.Kepada para penceramah yang lazimnya sebelum Salat Tarawih dan usai Salat Subuh, MPU Aceh meminta agar menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan sejuk dan dapat menjadi motivasi umat untuk beramal saleh.

Masyarakat juga diminta memilih makanan dan minuman yang suci dan halal serta menghindari penggunaan produk makanan yang tidak jelas kehalalan serta kesuciannya.

Pada poin akhir taushiyah itu, MPU Aceh juga meminta kepada para pengelola warung kopi/rumah makan, hotel dan lainnya untuk menutup dan mengosongkan tempat usaha pada waktu shalat lima waktu dan tarawih serta menyediakan tempat salat yang representatif untuk pelaksanaan sallat lima waktu terutama Salat Magrib. (b02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *