Aceh

Muraya Hotel Aceh Resmi Swakelola, Lepas Brand Kyriad

Muraya Hotel Aceh Resmi Swakelola, Lepas Brand Kyriad
General Manager (GM) Muraya Hotel Aceh, Bambang Pramusinto dalam kegiatan buka puasa bersama media dan travel agent di Banda Aceh, Selasa (3/3/2026). Waspada.id/Hulwa Dzakira
Kecil Besar
14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Manajemen Muraya Hotel Aceh resmi mengumumkan perubahan sistem pengelolaan hotel yang kini sepenuhnya dilakukan secara mandiri tanpa menggunakan operator manajemen asing.

General Manager (GM) Muraya Hotel Aceh, Bambang Pramusinto, menjelaskan bahwa sejak 1 Januari 2026, pihaknya telah menerapkan sistem swakelola. Dengan kebijakan tersebut, nama operator sebelumnya, Kyriad, tidak lagi digunakan.

“Per 1 Januari 2026, kita sudah swakelola. Artinya hotel ini sudah kita kelola sendiri dan tidak menggunakan operator manajemen asing lagi. Kurang lebih delapan tahun kita belajar. Sejatinya selama ini kita hanya meminjam nama, sementara yang bekerja, yang mencari bisnis, dan yang menjalankan operasional adalah tim kita sendiri,” ujar Bambang dalam kegiatan buka puasa bersama media dan travel agent di Banda Aceh, Selasa (3/3/2026).

Ia menyebutkan, selama menggunakan brand internasional tersebut, manajemen tetap menjalankan seluruh operasional secara mandiri, termasuk dalam hal pemasaran dan pencarian pasar. Namun, setiap tutup buku tahunan, pihaknya tetap harus menyetorkan biaya manajemen ke luar negeri.

“Setiap tahun kita harus setor ratusan juta rupiah ke Prancis. Padahal dari sisi bisnis, kontribusi mereka tidak signifikan. Karena itu, sudah sangat layak dan pantas jika hotel ini kita kelola sendiri,” katanya.

Bambang menegaskan, perubahan sistem pengelolaan ini tidak mengubah kepemilikan hotel. Muraya Hotel Aceh tetap berada di bawah naungan PT Gadjah Aceh, yang juga menaungi Alhambra Hotel.

“Owner tetap sama. Muraya Hotel dan Alhambra Hotel itu satu kepemilikan, yakni PT Gadjah Aceh,” jelasnya.

Ia berharap dukungan dari para mitra, khususnya travel agent dan media, tetap mengalir meski hotel tersebut tidak lagi menggunakan embel-embel brand internasional.

“Pada intinya, seluruh karyawan di sini adalah orang lokal. Yang bekerja dan membangun hotel ini adalah kita semua. Kami berharap rekan-rekan travel agent dan media tetap mensupport Muraya Hotel Aceh ke depan,” tutup Bambang.

Sebagai informasi, Muraya Hotel Aceh yang sebelumnya bernama Kyriad Muraya Hotel Aceh diresmikan pada 2017 dengan operator jaringan Kyriad. Kyriad merupakan jaringan hotel internasional kelas menengah asal Prancis yang dioperasikan oleh Louvre Hotels Group dan menjadi bagian dari Jin Jiang International.

Namun, terhitung 1 Januari 2026, Muraya Hotel Aceh resmi melepas nama Kyriad dan beroperasi di bawah pengelolaan manajemen sendiri. (Hulwa)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE