Muslem Terharu Dengar Bacaan Alquran Braille Anak Disabilitas

- Aceh
  • Bagikan
Muslem Terharu Dengar Bacaan Alquran Braille Anak Disabilitas
Kadinsos Aceh, Dr. Muslem Yacob, S.Ag, M.Pd, kagum dan terharu menyaksikan salah satu anak disabilitas netra yang diminta membaca Alquran Braille di UPTD Rumah Sejahtera Beujroeh Merukarya (RSBM) Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, Selasa (9/1). (Waspada/Ist)

BANDA ACEH (Waspada): Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem Yacob, S.Ag, M.Pd menyatakan kagum dan terharu menyaksikan pembinaan yang dilakukan terhadap anak-anak disabilitas, khususnya mereka yang netra, di Rumah Sejahtera Beujroeh Merukarya (RSBM) Ladong, Aceh Besar.

Hal tersebut diungkapkan Dr. Muslem Yacob, yang baru sepekan dilantik sebagai Kadinsos Aceh, saat melakukan inspeksi ke kantor Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Sejahtera Beujroeh Merukarya (RSBM) Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, Selasa (9/1).

“Saya melihat kebahagiaan pada anak-anak di asrama RSBM, ini menandakan pembinaan yang diberikan oleh UPTD dan para pengasuh berjalan dengan baik. Ketika saya meminta salah satu anak untuk membaca Alquran Braille, saya sangat terharu mendengarnya,” aku Muslem.

Kata ia, pembinaan yang diterima anak-anak sejak tinggal di asrama RSBM terus berlanjut hingga tingkat pendidikan menengah atas. Hal ini merupakan komitmen pemerintah dalam memberikan pembinaan dan pendidikan yang komprehensif bagi anak-anak berkebutuhan khusus (disabilitas).

Selain pendidikan formal, ungkap Dr. Muslem, peserta binaan disabilitas RSBM juga menerima pelatihan keterampilan, seperti pelatihan memijat, menyulam, dan pengembangan bakat dalam bidang musik.

“Mereka juga mahir memainkan alat musik drum dan keyboard serta ikut menyanyi meski dengan keterbatasannya. Suasana ini luar biasa dan saya yakin akan menginspirasi banyak orang jika ditampilkan di depan publik,” tutur Dr. Muslem dengan penuh kekaguman.

Inspeksi Kadinsos Aceh ini sekaligus bersilaturrahmi sambil melihat berbagai fasilitas dan pelayanan yang diberikan pada anak-anak disabilitas di RSBM Ladong. Dr. Muslem juga mengamati kualitas layanan di Gedung Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) yang fokus pada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) tuna sosial.

Ia tampak senang melihat hasil karya dari para peserta binaan yang dipamerkan di sana. “Hasil jahitan baju dan mukena para peserta pelatihan bagus-bagus, serta karya yang dibuat peserta perbengkelan, termasuk rak yang terbuat dari besi juga menarik. Semoga model pembelajaran ini dapat dipertahankan bahkan di tingkatkan, agar mereka punya bekal kemandirian saat kembali ke masyarakat nanti,” harap Dr. Muslem yang mengapresiasi hasil karya peserta.

Kunjungan ini merupakan komitmen Dr. Muslem Yacob sebagai Kadinsos Aceh, untuk memastikan bahwa setiap fasilitas dan pelayanan yang disediakan sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan, serta dapat memenuhi kebutuhan para pemerlu layanan dengan baik.

Unit Pelaksana Tugas Daerah Rumoh Sejahtera Beujroeh Merukarya telah menjadi salah satu titik fokus unit pembantu Daerah milik Pemerintah Aceh dalam upaya memberikan layanan kesejahteraan sosial kepada masyarakat Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dari kalangan disabilitas, tuna susila, gelandangan dan pengemis serta permasalahan sosial lainnya di Aceh. (b05)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *