Nelayan Lhokseumawe Keluhkan Kedangkalan Dermaga PPI Pusong

- Aceh
  • Bagikan
Nelayan Lhokseumawe Keluhkan Kedangkalan Dermaga PPI Pusong
Salah satu kapal ikan sedang melakukan kegiatan di dermaga PPI Pusong, Lhokseumawe, Senin (25/3). Akibat dangkalnya dermaha, kapal ikan terpaksa antre.Waspada/Zainal Abidin

LHOKSEUMAWE (Waspada): Sejumlah nelayan mengeluh kedangkalan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pusong, Lhokseumawe. Puluhan kapal ikan terpaksa antre melakukan bongkar muat, karena tidak bisa merapat ke bagian lantai dermaga PPI.

Panglima Laot Pusong, Kaharuddin kepada Waspada, Senin (25/3) menjelaskan, kawasan sekitar lantai dermaga PPI Pusong telah tertimbun pasir. Akibatnya, kapal ikan milik nelayan setempat tidak bebas bersandar lagi. “Luas PPI sekitar 1,5 hektare, hanya sebagian kecil dari lantai PPI yang masih bisa dimanfaatkan untuk bersandar kapal,” jelas Kaharuddin.

Kondisi tersebut mengakibatkan kapal ikan harus antri merapat ke pinggir PPI. “Kapal ikan merapat ke lantai PPI untuk bisa bersandar ketika membongkar ikan hasil tangkapan,” jelasnya seraya menambahkan, kapal ikan juga merapat ke dermaga PPI untuk mengisi bahan bakar, air bersih dan berbagai kebutuhan selama menangkap ikan di laut.

Setiap hari sekitar 50 unit kapal ikan melakukan aktivitas di PPI Pusong. Jumlah tersebut meningkat, ketika kapal-kapal dari luar Lhokseumawe ikut merapat. Seperti kapal ikan dari Idi, Langsa, Krueng Geukueh, Peudada dan daerah lainnya. Selain itu PPI tersebu juga dimanfaatkan puluhan boat nelayan tradisional untuk membongkar hasil tangkapannya.

Menurut Panglima Laot Pusong, jika seluruh lantai dermaga PPI Pusong bisa dimanfaatkan bersandar kapal, nelayan tidak perlu antri melakukan aktivitas. Sehingga kegiata nelayan lebih lancar dan perekonomian warga nelayan semakin lancar.

Kaharuddin menambahkan, pihaknya telah menyampaikan keluhan nelayan kepada pemerintah melalui wakil rakyat. Namun sampai sekarang usulan normalisasi dan pembangunan tambahan lantai PPI belum terealisasi.(b08)

  • Bagikan