Nestapa Cut Meulu, Bantuan Bansos Kemensos Miliknya Raib

- Aceh
  • Bagikan
Head shot Cut Meulu. Waspada/Rapian
Head shot Cut Meulu. Waspada/Rapian

Penampilannya biasa saja, duduk bersila dengan balutan gamis seadanya, terkadang tertunduk tersipu melihat lantai rumah miliknya yang sederhana. Tergambar dalam wajahnya yang kecewa bercampur dengan sedih menyelimuti sanubarinya.

Ia adalah sosok Cut Meulu, 43, yang menyandang status janda warga Dusun Peutuah Rahim, Gampong Paya Bujok Beuramoe, Kecamatan Langsa Barat, ketika ditemui wartawan, Rabu (10/1) dirumah bantuan dhuafa itu.

Batinnya begitu berkecamuk bukan berarti tak mampu menjalani hidup, namun asa yang setiap bulan yang diterimanya dalam bentuk bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) kini raib bak ditelan bumi.

Bansos dari Kemensos yang sejatinya diterima sebesar Rp1,5 juta setiap triwulan kini telah tiada diterimanya pada akhir tahun 2023 yang menjadi catatan kelam terhadap pribadinya.

Sejak ditinggalkan almarhum suaminya Tgk Abdullah yang juga mantan Imum Gampong Paya Bujok Beuramoe itu, praktis kelima anaknya kini disandarkan pada dirinya.

Ibu dari Qadrun, Muhammad Hasan, Qairul Layali, Hafizuddin Fawaas, Haza Fatiyya (kembar —red). Kini harus menjadi tulang punggung keluarga buat kelima putra-putrinya.

Cut Meulu bukanlah wanita biasa selain sholehah juga tak mau tinggal diam demi menafkahi kelima anaknya. Apapun usaha dilakoninya demi sebuah perjuangan bagi anak tercintanya.

Meskipun harapannya kini telah pupus sebagai salah satu seorang penerima Bansos Kemensos jenis Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang disalurkan melalui Kantor Pos Langsa kini tinggal kenangan saja tak membuat dirinya menyerah akan keadaan.

“Ya dulu ada saya terima untuk tahap 1,2 dan 3, namun ketika pada akhir yakni pada bulan November 2023 silam di cek di Kantor Pos Langsa sudah tidak ada namanya,” ucap Cut Meulu yang akrab disapa Umi.

Lantas, Umi pun kini hanya bisa berpasrah diri saya dan mengungkapkan mungkin ini belum rezeki saya dan anak saya, mungkin Allah saat ini memberi ujian dalam menapaki kehidupan ini.

“Insya Allah selagi ada umur dan usaha dan berpasrah kepada sang Khaliq semuanya akan berlalu dan bisa dihadapi dengan baik, Allah masih sayang dan pasti memberikan jalan yang terbaik,” terang Umi dengan tegarnya.

Nestapa Cut Meulu, Bantuan Bansos Kemensos Miliknya Raib
Kantor Pos Langsa. Waspada/Rapian

Terpisah Geuchik Gampong Paya Bujok Beuramoe, Zubaili didampingi Kaur Kesra, Maulida, yang dikonfirmasi wartawan membenarkan ikhwal kejadian tersebut bahwa memang ada warganya yang tidak lagi menerima Bansos Kemensos pada tahap empat yakni Cut Meulu.

“Kami prihatin juga bahwa kami dan Kaur Gampong telah mempertanyakan hal itu kepada pihak kantor Pos Langsa dan memang tidak ada lagi nama yang bersangkutan dalam list penerima bantuan,” terang Zubaili.

Masih katanya, pencairan terakhir bulan November sebesar Rp1.5 juta dengan rincian tanggungan satu anak Rp750.000 dikali 2 yakni Rp1.500.000. Dimana pencairan di Kantor Pos pada undangan tanggal 23 November 2023 lalu.

Anehnya lagi atas nama Cut Meulu ketika dicek di Dinsos SK terakhir 20 November 2023 masih tersalurkan dan di cek ke kantor Pos tidak ada alias hilang.

Di samping itu juga kendalanya pihak kantor Pos tidak memberikan salinan file penerima Bansos hanya yang ada selebaran undangan yang dibagikan ke masyarakat.

Selain itu terjadi ketimpangan kepada penerima bansos atas nama Cut Raida Muetia, sudah tiga kali tidak menerima dengan alasan tidak diambil dan terakhir mau blok namanya, namun persoalan selesai setelah dilakukan komunikasi intens akhir dilakukan pencairan.

“Kami minta pihak kantor Pos mengirimkan salinan by name dan by address (BNBA), kenapa kami minta data selalu sulit diberikan oleh pihak Pos Langsa, karena kita butuh data untuk penjelasan kepada warga nantinya,” keluh Zubaili diaminkan Maulida.

Sementara itu Kepala Kantor Pos Langsa, M Ihksan, yang dihubungi via Whatsapps menjelaskan dirinya telah cek atas nama Cut Meulu sudah kita bayarkan untuk 3 tahap masing-masing Rp1.500.000 dengan rincian terbayar di tanggal 13 April 2023, 13 Mei 2023, dan 8 September 2023 lalu.

Lanjutnya, dapat saya sampaikan bahwa dalam tahun 2023 bansos sembako PKH dibayarkan dalam 4 tahap, dan Cut Meulu masuk data di Pos di 3 tahap saja.

Sedangkan untuk tahap keempat, Cut Meulu tidak ada di data penerima kami dan bisa konfirmasi juga ke BSI apakah Cut Meulu datanya dipindahkan ke sana atau tidak.

“Untuk data penerima kami tidak bisa menjelaskan kenapa Ibu Cut tidak ada di tahap 4 penyaluran melalui Pos karena data yang Pos Indonesia kami dapatkan berasal dari Kementerian Sosial secara langsung. Mungkin dapat dikonfirmasi juga ke Kementerian Sosial melalui hotlinenya,” jelas M Ihksan.

Kemudian untuk menyikapi kelurahan geuchik dapat disampaikan bahwa data BNBA penerima tidak boleh disebarkan, memang aturan dari Kemensos karena pemilik data BNBA adalah Kemensos bukan PT Pos Indonesia.

“Ini yang dapat kami sampaikan baik untuk Cut Meulu dan geuchik kiranya menjadi bahan pembelajaran bersama dan bisa saling melengkapi,” pintanya.

Kisah nestapa Cut Meulu ini menjadi sebuah kisah yang tidak boleh terjadi dikemudian hari karena apapun dalihnya ada tanggung jawab kita bersama apalagi anak yatim itu wajib diberikan pengayoman dan santunan sesuai hadis baginda Rasullah, Muhammad Saw. Semoga… WASPADA.id/Rapian

  • Bagikan