Operasi Pasar Di Gumer, Stabilisasi Harga Pangan Menjelang Nataru

  • Bagikan
Sejak pagi hingga menjelang sore masyarakat Kecamatan Gunung Meriah terus berdatangan dan rela mengantri dibawah terik matahari untuk mengambil kupon GPM. WASPADA/Ariefh
Sejak pagi hingga menjelang sore masyarakat Kecamatan Gunung Meriah terus berdatangan dan rela mengantri dibawah terik matahari untuk mengambil kupon GPM. WASPADA/Ariefh

SINGKIL (Waspada): Dinas Pangan Aceh Singkil terus gencar melakukan operasi pasar (OP), untuk melakukan stabilisasi harga bahan pangan, menjelang hari natal dan tahun (Nataru) 2024.

Sebanyak 540 paket sembako murah, telah disiagakan Tim Gerakan Pangan Murah (GPM) Dinas Pangan Kabupaten Aceh Singkil, untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat di Kecamatan Gunung Meriah, Kamis (21/12).

Amatan Waspada.id, masyarakat sangat antusias untuk membeli 5 jenis sembako yang dijual dengan harga murah di Stand GPM Aula Kantor Kecamatan Gunung Meriah. Meski stand belum dibuka, namun masyarakat sejak pagi terlihat sudah berada di Aula Kantor Kecamatan, menunggu kehadiran Tim GPM membuka stand penjualan sembako murah.

Ironisnya, ada pula warga yang langsung mendatangi rumah petugas GPM, hendak membeli sembako murah, karena khawatir tidak kebagian jatah. “Takut tidak kebagian kupon jadi kami tunggu dari pagi. Karena harga beras 10 kg kualitas bagus hanya Rp.105 ribu. Kalau di toko sudah mencapai Rp.155 ribu,” kata sejumlah warga yang membeli paket sembako tersebut.

“Telur ayam cuma Rp.38 ribu, Minyak Goreng 2 liter Rp.34 ribu, Gula Pasir 2 kg Rp.25 ribu dan Tepung Segitiga Biru Rp.13 ribu, jauh lebih murah dari harga di kedai,” ucap warga lainnya.

Kepala Dinas Pangan Abdul Haris dilokasi GPM mengungkapkan, Dinas Pangan akan terus memantau stabilisasi pasokan dan harga bahan pangan di Aceh Singkil, untuk mencegah terjadinya inflasi.

Mendekati Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi kebiasaan harga bahan pangan mulai mengalami kenaikan. Sehingga untuk mengantisipasi kenaikan harga dan kelangkaan pasokan ini, Dinas Pangan akan terus melakukan jemput bola kesejumlah titik lokasi yang tersebar di 11 kecamatan, untuk distribusi bahan pangan murah tersebut.

Untuk 5 jenis harga bahan pangan ini, pemerintah telah memberikan subsidi, per item barang masing-masing Rp5 ribu. Seperti beras dengan kualitas super, mendapat subsidi harga Rp5 ribu per kilogramnya maupun Rp5 ribu per liter untuk minyak goreng dan telur ayam mendapat subsidi Rp350 per butir, ucap Haris.

“Alhamdulillah selama memasuki bulan ke 3 GPM yang terus dilaksanakan ini, telah mendapat tempat di hati masyarakat. Dan masyarakat tetap menunggu-nunggu kehadiran pangan murah ini di desanya masing-masing. Progam nasional GPM ini akan terus berlanjut hingga tahun 2024 mendatang,” kata Kabag Perekonomian dan SDA Setdakab Aceh Singkil Rully Suhaidi. (B25)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *