KUALASIMPANG (Waspada.id): Hampir dua bulan pasca banjir yang melanda jelang akhir November 2025, kondisi jalan dan fasilitas publik di Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, kini menunjukkan kemajuan signifikan dalam pemulihan. Sebagian besar jalan sudah bersih dari sampah dan lumpur, sementara aktivitas perdagangan mulai kembali ramai.

Beberapa jalan utama lintas Banda Aceh–Medan, yaitu Jalan Cut Nyak Dhien, S. Parman, dan Iskandar Muda, telah bersih dan tidak lagi digenangi air. Namun, kawasan tersebut kini diselimuti debu tebal dengan jarak pandang hanya 30–50 meter, mengganggu kenyamanan pengguna jalan khususnya pengendara sepeda motor.

Pantauan pada Senin (12/1) menunjukkan jalan M. Dahlan, KS. Tubun, dan DI Panjaitan masih dalam tahap pembersihan dengan alat berat seperti excavator dan traktor yang mengangkut sampah serta lumpur ke lokasi pembuangan di Karang Baru, Benua Raja (Kecamatan Rantau), dan wilayah lain. Pembersihan kawasan ini diperkirakan selesai pada hari Selasa (13/1) karena sisa material yang perlu dibuang sudah sedikit.

Sementara itu, jalan Panglima Polem, Mayjen Sutoyo, dan Ade Irma Suryani masih digenangi air dan berlumpur. Kondisi paling parah terjadi di Jalan Mayjen Sutoyo dan Ade Irma Suryani, dengan perkiraan penyelesaian pembersihan memakan waktu 2–5 hari ke depan.
Pasar Pagi dan Pajak Hongkong juga telah dibersihkan oleh anggota TNI. Kini aktivitas perdagangan di kedua lokasi mulai kembali ramai, dengan pedagang menjual berbagai kebutuhan pokok, pakaian, dan barang lainnya.(id93)











