SIGLI (Waspada.id): Insiden kebakaran SPBU MIKO di Gampong Blok Sawah, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Jumat (23/1/2026), tidak hanya menimbulkan kerugian material.
Seorang warga dilaporkan mengalami luka bakar serius setelah api melalap mesin pompa pengisian BBM dan sebuah kendaraan yang tengah mengisi bahan bakar. Korban diketahui bernama Rusdi, warga Gampong (desa-red) Kenire, Kabupaten Pidie.
Berdasarkan laporan resmi Pusdalops Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Pidie, Rusdi mengalami luka bakar sekitar 30 persen pada bagian wajah, tangan, dan kaki.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.25 WIB. Api muncul secara tiba-tiba di area pengisian BBM saat sebuah mobil pickup sedang mengisi bahan bakar. Dalam hitungan detik, api membesar dan menyambar kendaraan serta mesin pompa BBM, membuat situasi di lokasi berubah mencekam.
Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi. Warga dan pengendara di sekitar SPBU berhamburan menyelamatkan diri, sementara korban dilaporkan berada cukup dekat dengan sumber api saat kebakaran terjadi.
BPBD Kabupaten Pidie segera mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Petugas melakukan pemadaman, pendinginan, serta pengamanan area untuk memastikan api tidak menjalar ke titik berbahaya lainnya, termasuk area tangki BBM.
Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 11.48 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini meninggalkan trauma dan luka fisik bagi korban. Selain korban luka, kebakaran juga menghanguskan satu unit mobil pickup bernomor polisi BL 8230 PY serta satu unit mesin pompa pengisian BBM. Tingkat kerusakan di area pengisian BBM dilaporkan mencapai sekitar 50 persen.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh aparat berwenang. Garis pengaman dipasang di sekitar SPBU untuk kepentingan penyelidikan dan menjaga keselamatan masyarakat.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras bahwa aktivitas di fasilitas publik berisiko tinggi seperti SPBU membutuhkan pengawasan ketat dan standar keselamatan maksimal, agar kejadian serupa tidak kembali memakan korban. (Id69)










