KUALASIMPANG (Waspada.id): Kampung Kota Kualasimpang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang sampai saat ini hampir dua bulan pascabanjir Aceh Tamiang tahun 2025, tampak masih porak-poranda dan masih banyak warga belum bisa pulang ke rumah karena masih digenangi air, lumpur yang dalam dan sampah yang berserakan.
Pantauan Waspada.id, Kamis (15/1), tampak pemukiman warga di Dusun Amaliah, Kampung Kota Kualasimpang masih digenangi air, lumpur yang diperkirakan tebalnya mencapai 75 cm dan sampah yang berserakan di kawasan dusun tersebut.
“Lumpurnya sangat dalam dan masih banyak warga yang belum bisa pulang ke rumah dan masih mengungsi,” ungkap warga yang berdomisili di belakan PTMKS kepada Waspada.id yang berkunjung ke Dusun Amaliah.
Bahkan, menurut pantauan Waspada.id, rumah-rumah warga yang berada di belakang Masjid Chairiah Kampung Kota Kualasimpang dan rumah –rumah warga yang berada di belakang masjid Taqwa, Muhammaddiyah Kota Kualasimpang serta yang berlokasi di belakang SDN 1 Kota Kualasimpang juga masih digenangi air, lumpur dan banyak sampah.

Menurut warga yang berdomisili di belakang Masjid Taqwa dan warga di belakang Masjid Chairiah, mereka kesulitan membersihkan lumpur di halaman dan dalam rumah. “Mohonlah pada Pemerintah dan pihak terkait lainnya untuk membantu kami yang sangat sulit untuk bersihkan lumpur di halaman dan dalam rumah,”ujar warga setempat, Dila.
Hal senada juga diungkapkan oleh warga yang berdomisili di belakang SDN I Kota Kualasimpang, Samsul Bahri, warga masih banyak yang belum bisa pulang ke rumah karena rumah masih digenangi air, lumpur dan banyak sampah.
Sedangkan warga lainnya yang berdomisili di belakang Masjid Chairiah kepada Waspada.id menjelaskan, warga kesulitan membuang lumpur karena tidak ada drainase serta tidak ada jalan untuk bisa masuk alat berat berukuran besar, namun kalau alat berat berukuran kecil bisa masuk di Dusun Amaliah.
Pantauan Waspada.id, Pemkab Aceh Tamiang sedang sibuk membersihkan Kota Kualasimpang yaitu badan jalan Banda Aceh-Medan dan Medan-Banda Aceh serta jalan-jalan utama yang ada di depan Ruko yang merupakan pusat perdagangan di Kota Kualasimpang yang hampir pulih. Sedangkan untuk kawasan Dusun Amaliah memang belum tersentuh bantuan dari Pemerintah .(id93)










