BIREUEN (Waspada.id): Masyarakat pesisir pedalaman Gampong Kuala Carape, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, kini menghadapi kesulitan ekonomi parah setelah banjir bandang melanda beberapa waktu lalu.
Puluhan hektare tambak yang menjadi mata pencaharian utama warga hancur total, bahkan sebagian hilang ditelan air, sementara ratusan juta rupiah kerugian harus ditanggung dan bantuan pemerintah belum terealisasi.

Seorang warga, Basri, mengaku mengalami kerugian sekitar Rp200 juta dari tambak udang dan ikannya yang sebagian sudah hampir panen. Selain itu, fasilitas pendukung seperti kencir angin juga rusak tidak dapat dipakai lagi.
“Pasca banjir, kami di sini sulit sekali untuk mendapatkan uang. Masyarakat disini kebanyakan tidak ada pekerja lain selain di tambak. Dengan kondisi demikian, sehingga anak-anak di sini ada yang tidak pergi ke sekolah karena tidak ada biaya,” ujar Basri dengan raut wajah sedih.
Ia menjelaskan, kebutuhan sehari-hari saat ini hanya bisa ditutupi dengan bantuan dari para dermawan. Sebanyak 8 rumah di kawasan tersebut juga hilang dan perlu dibangun kembali.
Padahal, tiga menteri telah melakukan kunjungan lokasi untuk melihat kondisi langsung – Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Dr Budi Santoso MSi, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Namun hingga kini, warga belum mendapatkan informasi jelas mengenai jadwal dan langkah perbaikan tambak.

“Para menteri telah datang kemari beberapa waktu lalu dan sudah melihat secara langsung kondisinya, tapi setelah itu hingga sekarang tidak tau lagi bagaimana perkembangannya,” ujar Basri dengan nada terbata-bata.
Warga berharap pemerintah daerah dan pusat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki tambak agar ekonomi kawasan dapat pulih seperti semula.(id73)











