LANGSA (Waspada.id): Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Langsa menunjukkan komitmen akademik dan sosialnya dengan mendukung Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dalam kegiatan gotong royong pembersihan bangunan situs cagar budaya pascabanjir bandang, Sabtu (03/01/2025).
Dosen FUAD IAIN Langsa, Dr. Sumiyati, S.Pd, M.Si mengatakan, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari perumusan kajian dampak bencana banjir bandang Aceh dan Sumatera tahun 2025 terhadap warisan sejarah dan kebudayaan.
“Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai respons atas kerusakan signifikan yang dialami museum dan situs cagar budaya di Kota Langsa akibat bencana alam,” sebutnya.

Menurutnya, mahasiswa FUAD IAIN Langsa, dan komunitas Rumah Sejarah Kota Langsa, terlibat aktif dalam kerja lapangan sekaligus pengumpulan data akademik guna mendukung upaya rekonstruksi dan pelestarian kebudayaan daerah.
“Keterlibatan mahasiswa dalam pelestarian cagar budaya merupakan langkah strategis dalam menjaga kesinambungan sejarah dan identitas lokal,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan perhatian serius semua elemen masyarakat khususnya Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia, untuk melakukan rekonstruksi serta perlindungan berkelanjutan terhadap warisan budaya tersebut.
Apresiasi juga disampaikan oleh Wakil Dekan III FUAD IAIN Langsa, Dr. Danil Putra Arisandi, yang menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat serta implementasi nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Ia menegaskan bahwa FUAD IAIN Langsa akan terus mendorong peran aktif mahasiswa dalam isu-isu sosial, sejarah, dan kebudayaan.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Langsa, Bobby Edwin, ST memberikan pernyataan positif dan mendukung penuh kolaborasi antara pemerintah daerah dan civitas akademika.
Hal senada disampaikan, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Langsa, Saifullah, MPd menyatakan, menunjukkan keseriusan dan antusiasme tinggi dalam pelaksanaan kegiatan gotong royong serta program pemulihan pascabencana yang merupakan upaya kolektif ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan warisan sejarah dan kebudayaan Kota Langsa.
“Kegiatan ini juga sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya pascabencana banjir bandang Aceh dan Sumatera tahun 2025,” tukasnya.(Id74)











