LHOKSEUMAWE (Waspada.id): PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Lhokseumawe menyatakan komitmennya mendukung keberlanjutan dan optimalisasi program pembangunan waduk di Desa Pusong Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe sebagai pengendali banjir dan menjadi objek wisata.
Hal itu diungkapkan Sekretaris PC PMII Muhammad Hasan Basri, Selasa (7/4), terkait keseriusan pemerintah menata dan mengoptimalkan fungsi waduk di Desa Pusong Kec Banda Sakti Kota Lhokseumawe.
Dikatakannya, langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur perkotaan yang tangguh terhadap bencana sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Fungsi Strategis Waduk Lebih dari Sekadar Penampung Air. Waduk Kota Lhokseumawe bukan hanya sekadar proyek fisik, melainkan jantung dari sistem drainase perkotaan. Dukungan yang mengalir saat ini difokuskan pada tiga pilar utama.
Antara lain, Pengendalian Banjir, memastikan pompa air dan pintu gerbang waduk beroperasi maksimal untuk meminimalkan risiko genangan di area pemukiman dan pusat bisnis saat curah hujan tinggi.
Selanjutnya Revitalisasi Ekosistem, merupakan program pengerukan sedimen dan pembersihan eceng gondok secara berkala guna menjaga kapasitas tampung air dan kualitas lingkungan.
Terakhir pemberdayaan ekonomi (Sport Tourism), adalah pengembangan kawasan sekitar waduk sebagai destinasi wisata religi, olahraga, dan kuliner yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Disebutkannya, tentu masyarakat menyambut baik dan memberi dukungan penuh terhadap program itu, tidak hanya datang dari sisi anggaran daerah, tetapi juga keterlibatan aktif TNI/Polri dalam aksi gotong royong pembersihan lahan, serta kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan kanal-kanal yang bermuara ke waduk.
“Waduk ini adalah aset vital kita. Dukungan kolektif dari masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam menjaga agar sampah tidak menyumbat aliran air. Kami berkomitmen menjadikan kawasan waduk sebagai wajah baru Lhokseumawe yang asri dan produktif,” ujarnya.
Dijelaskannya ada rencana pengembangan, ke depan, program pendukung akan mencakup pemasangan sensor debit air berupa digitalisasi pemantauan ketinggian air secara real-time.
Penataan pedagang kaki lima (PKL) dengan menciptakan zona UMKM yang rapi dan higienis di sepanjang jalur pedestrian waduk.
Penghijauan kawasan dengan penanaman pohon pelindung untuk mengurangi polusi dan menciptakan ruang terbuka hijau (RTH) yang lebih sejuk.
Maka dengan adanya sinergi yang kuat, program Waduk Kota Lhokseumawe diharapkan mampu menjadi solusi permanen bagi permasalahan lingkungan sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga “Kota Petro Dollar”. (id72)










