PDAM Tirta Tamiang Setop Suplai, Konsumen Krisis Air Bersih

- Aceh
  • Bagikan
PDAM Tirta Tamiang Setop Suplai, Konsumen Krisis Air Bersih

Direktur PDAM Tirta Tamiang, Ismail saat mengamati air lumpur yang dikeluarkan dari instalasi pengolahan akibat banjir disertai lumpur yang melanda sungai Tamiang beberapa hari lalu. (Waspada/Yusri).

ACEH TAMIANG (Waspada): Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Tamiang Kabupaten Aceh Tamiang terpaksa menghentikan pengelolaan air bersih. Hal itu dilakukan akibat dampak dari banjir lumpur di bagian hulu sungai tamiang yang terjadi pada Sabtu (9/3) lalu.

Terhentinya pengelolaan air bersih mengakibatkan para konsumen PDAM Tirta Tamiang ini mengeluhkan krisisnya air bersih karena tidak di suplai PDAM Tirta Tamiang. Sebanyak delapan instalasi pengolahan air bersih milik perusahaan plat merah tersebut mengalami kelumpuhan total dan akhirnya suplai air bersih ke seluruh pelanggan terhenti.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Tamiang, Ismail, SE membenarkan, menyusul banjir lumpur di hulu Sungai Tamiang, tepatnya Sungai Kaloy yang terjadi pada Sabtu (9/3) lalu mengakibatkan delapan instalasi pengelolaan air bersih tidak dapat dioperasikan karena kondisi air sungai bercampur dengan lumpur yang sangat kental.

“Air sungainya sangat kental seperti air lumpur sehingga airnya tidak bisa diolah menjadi air yang bersih dan layak dikonsumsi,” jelas Ismail kepada wartawan, Senin (11/3) kemarin.

Ismail menjelaskan, keberadaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang tidak beroperasi akibat lumpur masing-masing di wilayah Kecamatan Kejuruan Muda (Semadam), Kecamatan Bandar Pusaka (Babo) dan Kecamatan Tamiang Hulu (Pulau Tiga). Selain itu juga di Kecamatan Kota Kualasimpang (Minuran), Kecamatan Karang Baru, Kecamatan Rantau, Kecamatan Bendahara (Sungai Iyu) dan Instalasi Pengolahan Air Bersih Kecamatan Seruway.

Lebih lanjut diungkapkan Ismail, lumpuhnya pendistribusian atau pensuplaian air bersih kepada segenap pelanggan sudah terjadi selama dua hari sejak Minggu siang hingga Senin.

“Dan ini akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan sampai kekentalan lumpur yang hanyut dibawa air mengendap dan dapat diolah menjadi air bersih layak konsumsi,” terang Ismail.

Pihaknya telah berupaya secara maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan, namun karena kondisi air yang mengandung lumpur kental sehingga pihaknya tidak mampu lagi mengolah menjadi air bersih.

Dengan tidak bisa dioperasikannya mesin pompa instalasi pengelolaan air bersih, tentu sangat berdampak kepada warga pelanggan, terlebih di hari menjelang puasa Ramadhan 1445 H.

Atas terhentinya pendistribusian air bersih keseluruh pelanggan, Ismail menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh konsumen Perumda Tirta Tamiang.

“Atas nama Perumda Tirta Tamiang, selaku pimpinan saya memohon maaf kepada masyarakat atas terhentinya suplai air bersih, meskipun demikian, kami sudah memgupayakan semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” ucapnya seraya menambahkan, namun ini terjadi diluar kemampuan kami, semua ini terjadi dikarenakan faktor alam yang tidak mendukung,” urainya mengakhiri.(b15).

  • Bagikan