AcehEkonomi

Pegadaian Optimistis Kredit di Aceh Tembus Rp2,5 Triliun pada 2026

Pegadaian Optimistis Kredit di Aceh Tembus Rp2,5 Triliun pada 2026
Pemimpin Wilayah I PT Pegadaian Sumut-Aceh, Yohanis Wulang saat kegiatan Media Gathering di Banda Aceh, Sabtu malam (7/2/2026). Waspada.id/Hulwa Dzakira
Kecil Besar
14px

BANDA ACEH (Waspada.id): PT Pegadaian menargetkan penyaluran kredit kepada masyarakat di Aceh pada tahun 2026 dapat mencapai Rp2,5 triliun. Target tersebut seiring dengan tren pertumbuhan pembiayaan dan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan Pegadaian.

Hal itu disampaikan Pemimpin Wilayah I PT Pegadaian Sumut-Aceh, Yohanis Wulang, saat kegiatan Media Gathering “Ngopi Bareng Jurnalis Aceh” di The Gade Cafe, Banda Aceh, Sabtu (7/2/2026) malam.

Yohanis menyebutkan, hingga Desember 2025, total kredit Pegadaian di Aceh tercatat sebesar Rp1,292 triliun. Angka tersebut terus meningkat dan per 6 Februari 2026 telah mencapai sekitar Rp1,498 triliun.

“Dengan pertumbuhan yang terus terjadi, kami optimistis pada 2026 penyaluran kredit Pegadaian di Aceh bisa mencapai Rp2,2 hingga Rp2,5 triliun,” ujarnya.

Menurutnya, Aceh memiliki potensi besar dalam sektor pembiayaan karena ditopang aktivitas usaha masyarakat yang terus berkembang. Tingginya kebutuhan modal usaha menjadi peluang bagi Pegadaian untuk memperluas akses layanan keuangan.

Ia menegaskan, perluasan pembiayaan tidak hanya mengejar target angka, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Yang terpenting adalah masyarakat mendapatkan akses pembiayaan yang aman, jelas, dan bermanfaat untuk mengembangkan usaha mereka,” kata Yohanis.

Saat ini, Pegadaian Area Aceh melayani sekitar 118.600 nasabah aktif. Jumlah tersebut terdiri atas 93.956 nasabah gadai, 13.011 nasabah non-gadai, serta 11.632 nasabah cicil emas.

Sementara itu, produk investasi Tabungan Emas terus diminati masyarakat. Hingga awal Februari 2026, jumlah nasabah tabungan emas di Aceh mencapai 291.899 orang, dengan total saldo sekitar 985 kilogram emas atau hampir satu ton.

Untuk produk Cicil Emas, tercatat total gramasi mencapai 162 kilogram dari Galeri 24 dan sekitar 4 kilogram dari produk Antam.

Yohanis mengatakan, meningkatnya minat masyarakat terhadap emas dipengaruhi oleh kemudahan layanan digital serta meningkatnya literasi investasi.

“Melalui aplikasi TRING!, masyarakat bisa bertransaksi, memantau saldo, hingga mengakses pembiayaan dengan mudah dan terintegrasi,” jelasnya.

Dari sisi kinerja bisnis, Pegadaian Area Aceh juga mencatat pertumbuhan signifikan. Hingga 31 Desember 2025, outstanding loan (OSL) aktif rata-rata gadai mencapai Rp827 miliar, atau tumbuh sekitar 103 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara OSL cicil emas juga melonjak tajam. Pada Desember 2024, nilainya masih sekitar Rp25 miliar, lalu meningkat menjadi Rp110 miliar pada Desember 2025, atau tumbuh lebih dari 336 persen secara tahunan.

Menurut Yohanis, capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Pegadaian sebagai lembaga pembiayaan dan investasi. (Hulwa)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE