ACEH TAMIANG (Waspada.id): LembAHtari mengusulkan pelibatan masyarakat, terutama pemuda tanpa pekerjaan tetap, dalam pembersihan fasilitas umum (fasum) dan rumah warga pasca banjir bandang Aceh Tamiang.
Langkah ini diharapkan tidak hanya membersihkan wilayah terdampak namun juga mendorong perputaran ekonomi yang terhenti pasca musibah.
“Tentunya dengan pembagian kelompok kerja yang bisa dikordinir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pelibatan Datok Penghulu serta perangkat kampung,” ujar Sayed Zainal, Direktur Eksekutif LembAHtari pada Senin (12/1).
Ia menegaskan, pemerintah perlu mengalokasikan sumber dana pembersihan lumpur melalui Pos BPBD daerah agar peserta mendapatkan penghasilan. “Bila warga sudah ada penghasilan, meski tidak besar, secara otomatis perputaran ekonomi bisa berjalan,” katanya.

Banjir bandang mengguncang Aceh Tamiang sejak 26 November 2025 dan hingga 50 hari kemudian, hampir semua sektor kehidupan warga terhenti. Hanya sektor UMKM dengan skala terbatas seperti dagangan pinggir jalan atau di lingkungan pajak yang masih beroperasi, dengan kondisi yang masih dikelilingi lumpur.
Menurut Sayed Zainal, pembersihan lumpur dan saluran air pasca banjir menjadi hal penting yang harus diperhatikan untuk membantu gerakan roda ekonomi tingkat kampung. Pemerintah juga diharapkan hadir dalam menangani kondisi ekonomi warga, mengingat banyak mata pencarian yang terputus sementara menunggu daerah kembali pulih seperti semula.
Sambut bulan Ramadhan yang sudah menjelang semakin membuat urgensi upaya pemulihan ekonomi menjadi lebih penting.(id76)











