BANDA ACEH (Waspada.id): Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, Aceh, resmi dimulai. Pada tahap pertama, sebanyak 1.000 unit rumah dibangun sebagai bagian dari upaya pemulihan jangka panjang bagi warga terdampak bencana.
Pembangunan tahap awal dipusatkan di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, dengan pendanaan bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Program ini merupakan bagian dari rencana pemulihan pascabencana yang menyasar ribuan keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bireuen, Mawardi, mengatakan pembangunan 1.000 unit huntap tersebut merupakan langkah awal dari total 3.629 unit rumah yang diusulkan Pemkab Bireuen karena masuk kategori rusak berat atau hilang akibat bencana banjir dan longsor.
“Pembangunan tahap awal sudah dimulai dengan peletakan batu pertama. Total 1.000 unit huntap ini nantinya akan dibangun di sejumlah titik di wilayah Bireuen,” kata Mawardi dalam rapat virtual Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, seluruh data calon penerima huntap telah diverifikasi secara ketat berdasarkan by name by address. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 calon penerima telah memiliki legalitas kepemilikan tanah yang sah, sehingga proses pembangunan dapat dipercepat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menekankan pentingnya pembangunan huntap berbasis mitigasi bencana. Ia meminta agar lokasi permukiman baru dipastikan berada di kawasan aman, tidak berada di jalur rawan longsor maupun bantaran sungai berisiko tinggi.
“Pembangunan ini harus menjadi solusi jangka panjang. Standar keamanan harus benar-benar diprioritaskan agar warga dapat tinggal dengan aman dan layak,” ujar Fadhlullah.
Ia juga menginstruksikan instansi terkait untuk mempercepat pendampingan legalitas lahan bagi warga yang belum memiliki sertifikat, sehingga pembangunan huntap dapat berjalan tanpa hambatan.
Pemerintah Aceh berharap pembangunan huntap tahap pertama ini dapat menjadi awal percepatan pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen.(hulwa)











