BANDA ACEH (Waspada.id): Pemerintah Aceh memastikan kebutuhan daging untuk tradisi meugang menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan mencukupi.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan setiap perayaan meugang di Aceh umumnya membutuhkan sekitar 1.000 hingga 1.500 ton daging untuk memenuhi permintaan masyarakat.
“Dari hasil pemantauan dan koordinasi Dinas Peternakan Aceh di lapangan, kebutuhan daging untuk perayaan Meugang Idul Fitri tahun ini dipastikan tercukupi dan dalam kondisi aman,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, stok ternak yang tersedia di berbagai wilayah Aceh saat ini mencapai 16.381 ekor sapi. Dari jumlah tersebut diperkirakan sekitar 7.245 ekor akan dipotong untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat meugang.
Selain sapi, tersedia pula sekitar 6.929 ekor kerbau serta 17.146 ekor kambing dan domba yang juga dapat menjadi alternatif konsumsi masyarakat selama perayaan meugang.
Terkait harga daging, Muhammad mengatakan harga di pasaran cenderung fluktuatif mengikuti mekanisme pasar, terutama karena meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.
“Biasanya karena permintaan meningkat, terjadi sedikit kenaikan harga dibandingkan hari normal. Saat ini harga daging diperkirakan berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram,” katanya.
Pemerintah Aceh juga terus memantau perkembangan harga di pasar agar tetap stabil dan tidak terjadi spekulasi yang merugikan masyarakat.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pengawasan terhadap pergerakan harga daging di pasaran.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau para pedagang agar menetapkan harga yang wajar demi menjaga kenyamanan masyarakat dalam menjalankan tradisi meugang.
“Gubernur berharap para pedagang dapat memperhatikan harga yang layak sehingga masyarakat tetap dapat merayakan tradisi meugang dengan baik,” ujar Muhammad.
Pemerintah Aceh juga menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru terkait ketersediaan stok maupun harga daging kepada masyarakat melalui media. (Hulwa)











