Aceh

Pemerintah Diminta Awasi Pembangunan Parit Gajah PT Laot Bangko

Pemerintah Diminta Awasi Pembangunan Parit Gajah PT Laot Bangko
Kecil Besar
14px

SUBULUSSALAM (Waspada): Pemerintah diminta mengawasi pembangunan parit gajah PT Laot Bangko. Pantauan DPRK disebut jika pembuatan parit berukuran sekira tiga meter, batas kebun PT dengan milik masyarakat itu sudah dilakukan di Kecamatan Sultan Daulat dan menyusul Penanggalan.

Permintaan itu disampaikan Anggota Komisi A DPRK Subulussalam, Ardhi Yanto Ujung, SE (foto) dalam rilisnya kepada Waspada, Rabu (14/5).

“Pemko Subulussalam kita minta mengawasi pembuatan parit gajah pembatas areal PT dengan milik masyarakat oleh pihak PT Laot Bangko dan wajib hadir sebelum bermasalah,” pesan Ardhi Yanto Ujung, yang dikenal dengan Toto Ujung.

Dikatakan, dibuat di sekitar parit samping area jalan nasional di Kecamatan Sultan Daulat dan mulai berlanjut ke Kecamatan Penanggalan, pihaknya juga pertanyakan kenapa pemerintah, termasuk dinas terkait, BPN, pemerintah desa dan warga sekitar tidak terlibat. Pasalnya, perlu diantisipasi munculnya permasalahan di kemudian hari.

Toto Ujung juga nyatakan rasa sangat kecewa dengan kinerja Pemko, terkesan membiarkan PT Laot Bangko membuat parit tersebut, padahal di depan mata.

“Terkesan tidak ada teguran atau sikap mempertanyakan tentang aktivitas perusahaan, seolah pemerintah tidak peduli dan abai dengan hal ini,” sesal Ardhi Yanto, pastikan parit yang dibuat tidak mengganggu dan membahayakan masyarakat.

Pihaknya berharap, Pemko memanggil pihak perusahaan dan menghentikan pembuatan parit tersebut karena mestinya pemerintah wajib ikut serta menyaksikan dan mengawasi proses pengerjaan itu agar tanah yang dikuasai perusahaan benar-benar sesuai izin.

Selain itu, izin yang diterbitkan harus sesuai kesepakatan rapat yang dilaksanakan pemerintah dengan pihak perusahaan.

Mendapat informasi jika pasca terbit izin baru PT itu ada lahan milik warga yang semula tidak masuk areal perusahaan lalu dinyatakan masuk, persoalan ini wajib diluruskan agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Dikonfirmasi melalui pesan WA-nya, Rabu (14/5) sekira pukul 17.30 WIB terkait hal ini, Manajer PT Laot Bangko, Asnadi belum diperoleh keterangan karena masih dalam perjalanan dari Banda Aceh-Subulussalam.

“Izin ya bg, sy msh di jalan dari banda ke s.salam, kalau sdh sampai sy resfon, tks,” pesan WA Asnadi. (b17)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE