Pemkab Agara Abaikan Perbaikan Titi Gantung Mendabe

- Aceh
  • Bagikan
Jembatan Mendabe yang putus belum juga dilakukan perbaikan. Waspada/Ali Amran
Jembatan Mendabe yang putus belum juga dilakukan perbaikan. Waspada/Ali Amran

KUTACANE (Waspada): Warga dua kecamatan mengaku, kecewa dengan sikap kurang peduli dan terkesan tutup mata dari Pemkab Aceh Tenggara.

Pasalnya, kendati hampir 3 bulan terputus total akibat dihantam arus Sungai Alas di penghujung 2023 lalu, namun belum ada tanda-tanda Titi Gantung Mendabe akan diperbaiki.

Padahal, kata M.Ali salah seorang warga setempat, selain sebagai sarana penghubung kecamatan Darul Hasanah dengan Babussalam, jembatan (Titi) gantung Mendabe tersebut merupakan urat nadi perekonomian warga beberapa kute di 2 kecamatan berbeda.

Warga Kute Mendabe, Bornut, Terutung Pedi, Batu Bulan Asli, Batu Bulan I dan Batu Bulan II, rata- rata berkebun di kecamatan Darul Hasanah. Karena itu, jembatan gantung tersebut sangat vital bagi warga 6 kute di kecamatan Babussalam.

Pemkab Agara Abaikan Perbaikan Titi Gantung Mendabe

Terutama untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan petani dari kecamatan Darul Hasanah menuju Kecamatan Babussalam. Namun, sejak putus totalnya titi gantung tersebut, dua bulan yang lalu saat arus Sungai Alas meluap, petani 6 kute tersebut terpaksa memutar jauh lewat jembatan Mbarung dan jembatan rangka baja Natam.

Yang lebih memprihatinkan lagi, sambung Jafar, warga Babussalam lainnya, lewat jembatan Mbarung juga menjadi terkendala akibat oprit jembatan amblas digerus Sungai Alas dan baru selesai diperbaiki 6 hari yang lalu.

Agar petani mudah mengangkut hasil perkebunan dan pertanian, sambung warga lainnya, Pemkab Agara melalui Pj Bupati Syakir, sebaiknya membuka mata dan tanggap dengan keluhan warga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan.

“Hampir 3 bulan jembatan gantung Bendabe ini putus total, anehnya, belum ada tanda- tanda akan diperbaiki dan kesannya diabaikan begitu saja,” ujar warga setempat seraya menceritakan jika jembatan gantung itu merupakan jembatan bersejarah bagi warga Aceh Tenggara.

Sebab itu, sangat wajar Pj Bupati peduli dan secepatnya turun tangan memperbaiki jembatan yang selama ini jadi urat nadi perekonomian warga 2 kecamatan tersebut.

Pj Bupati Agara Drs.Syakir.M.Si melalui Kadis PUPR, Sadli ST via selulernya saat dihubungi Waspada.id, Sabtu (16/3) malam mengatakan, perbaikan jembatan mendabe sudah diusulkan dana APBN pusat, semoga dikabulkan.

“Jika pun tidak dikabulkan dana dari pusat itu, bila anggaran APBK kita mencukupi Insya Allah tahun ini kita lakukan perbaikan jembatan mendabe, artinya kita tidak abaikan perbaikan jembatan,” ini pungkasnya. (cseh-b16)

  • Bagikan